Dermaga Pelabuhan Bojongsalawe Pangandaran Belum Kantongi Ijin Amdal dan RIP

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Dermaga Pelabuhan Bojongsalawe yang terletak di Desa Kalangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran yang di bangun oleh Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di duga belum mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Rencana Induk Pelabuhan (RIP).

Padahal, dermaga berukuran 70×16 meter persegi di pelabuhan yang sudah rampung tersebut tidak lama lagi akan dilakukan ujicoba dengan melakukan penyandaran kapal perintis berbobot 2.598 Gross Tonase, sementara untuk di lokasi darat masih dalam tahap pembangunan pelabuhan untuk pusat perkantoran dan gudang penyimpanan barang.

Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengaku belum menerima draf RIP tersebut dari Dirjen Perhubungan Laut.

Berdasarkan informasi dari pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran, bahwa RIP tersebut nantinya akan ditandatangani oleh Bupati Pangandaran, sedangkan dasar RIP tersebut harus melampirkan Amdal sebagai syarat.

Dikarenakan ada pergantian Kepala UPP Kelas III Pangandaran, awak media belum bisa melakukan konfirmasi terkait Amdal dan RIP tetsebut, namun berdasarkan informasi dari salah satu petugas Syahbandar Unit Pelayanan Pelabuhan Kelas III Pangandaran, Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Suherdin menyebutkan, bahwa pihaknya baru mengantongi ijin UKL/UPL saja, sedangkan untuk ijin Amdal masih dalam tahap proses penerbitan.

“Untuk Amdal dan RIP sedang dalam proses di Pusat dan tidak akan lama lagi selesai,” ujarnya. Jumat (12/07/2019).

Meski belum beroperasi, kata dia, pelabuhan di Bojongsalawe Parigi Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ini sudah dilirik sejumlah investor salah satunya pengusaha kapal untuk menurunkan kargo di pelabuhan laut di Pangandaran.

“Sudah ada pengusaha kapal yang survey ke pelabuhan. Mereka ingin mengangkut semen melalui kapal sebanyak 10 ribu ton dan di bongkar di pelabuhan Pangandaran,” sebutnya.

Suherdin menjelaskan, melalui PT. Semen Merah Putih Jakarta telah melakukan survey dalam rangka akan mengirim semen dari Bayah Sukabumi ke Kabupaten Pangandaran sebanyak 10.000 ton dengan kapal melalui Pelabuhan Pangandaran (Bojongsalawe) pada bulan Agustus 2019 mendatang. Namun masih ada kendala yaitu belum ada gudang tertutup, belum ada Agen Pelayaran, belum ada Perusahaan Bongkar Muat (PBM), perlu Assist Tug dan jalan akses masuk pelabuhan yang masih kecil.

“Untuk gudang sementara kami sarankan menggunakan gudang tertutup temporary yang di dirikan pada lahan milik KUPP Pangandaran, dan hal ini langsung direspon karena PT. Semen Merah Putih kebetulan memiliki peralatan tersebut,” papar Suherdin.

Untuk agen, lanjut Suherdin, pihaknya menunjuk agen pelayaran terdekat di pelabuhan Cilacap, sedangkan untuk proses bongkar muat diupayakan untuk menghubungi PT. Pelindo III Cabang Cilacap. Termasuk Assisst Tug nya.

“Untuk pandu kami sarankan sementara apabila belum tersedia menggunakan pandu lokal. Lalu dikarenakan jalan akses masuk masih kecil kami sarankan menggunakan truk loss bak dengan kapasitas 8 ton,” tutupnya.

Sementara itu, menurut informasi dari Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, bahwa pemerintah Kabupaten Pangandaran telah menyiapkan lahan untuk jalan akses ke pelabuhan di Bojongsalawe Parigi.

“Nanti jalan yang di Kemplung Desa Karangbenda saja untuk akses menuju ke pelabuhan. Kan yang bangun jalannya nanti dari Pemerintah Provinsi,”singkatnya. (dry)

Related Posts

Leave a Comment