Di Cirebon Ada Sarkofagus Peninggalan Zaman Perunggu

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DEJABAR.ID, CIREBON – Di Cirebon, tepatnya di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terdapat sebuah peninggalan budaya prasejarah, yakni peti kubur batu atau yang biasa disebut Sarkofagus, yang ditemukan di areal perkebunan milik pemerintah.

Sarkofagus ini berada di kurang lebih 200 meter dari jalanan desa dan berada di areal 060 49‘ 44,4″ lintang selatan dan 1080 35‘ 03,1″ bujur timur. Namun sayangnya, saat ini sudah tidak berbentuk lagi seperti peti batu, karena kurangnya perawatan.

Menurut Yanto Aryanto selaku tokoh masyarakat di Desa Belawa, situs ini pernah diteliti oleh Balai Arkeologi Bandung pada Bulan Oktober 2013 silam yang dipimpin oleh Ketua Tim Drs. Luthfi Yondri, dengan beranggotakan dari tim pakar arkeolog yang terdiri dari tujuh orang peneliti Balai Arkeologi Bandung, yaitu Drs. Ashanti, Drs. Effie Latifundria, Sujiyanta, Anwar Sanusi, Dayat Hidayat, Tukirin, serta Aman Santoso dari staf Disporbudpar Kabupaten Cirebon.

“Hasil dari penelitian tersebut, bisa disimpulkan bahwa Sarkofagus tersebut adalah salah satu peninggalan budaya Bronze Age atau Zaman Perunggu,” jelas Yanto saat ditemui dejabar.id di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Minggu (9/9/2018).

Menurutnya, para arkeolog yang melakukan penelitian tersebut melakukan tes carbon dating pada lapisan sedimen tanah. Kemudian, di batu ini terdapat Iapukan perunggu. Sehingga bisa disimpulkan, sekitar 8.000 tahun lalu budaya masyarakat di sini sudah berkembang dan menemukan cara mengolah logam. Adapun bukti penelitian sendiri sudah diarsipkan oleh Balai Arkeologi Bandung.

Yanto melanjutkan, Sarkofagus ini merupakan periode perkembangan dari sebuah peradaban yang ditandai dengan penggunaan teknik melebur tembaga dari hasil bumi dan membuat perunggu. Secara urut, zaman ini berada di antara Zaman Batu dan Zaman Besi. Zaman Perunggu adalah bagian dari sistem tiga zaman untuk masyarakat prasejarah dan terjadi setelah Zaman Neolitikum di beberapa wilayah di dunia.

“Temuan ini yang cukup penting untuk dilindungi, karena temuan tersebut sangat jarang ditemukan di kawasan Cirebon,” jelasnya.

Dengan adanya situs prasejarah di desanya, Yanto berharap ada perhatian dari seluruh masyarakat dan pemerintah Cirebon, karena situs ini menjadi bukti adanya budaya masyarakat Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon pada masa zaman perunggu.

“Situs ini bisa menjadi warisan budaya bangsa, dan menjadi edukasi,” pungkasnya. (jfr)

Related Posts

Leave a Comment