Diduga Selewengkan Dana Pilkada, Kejari Kota Bogor Tahan Bendahara KPUD Kota Bogor

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DEJABAR. ID, BOGOR – ejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetapkan Bendahara KPUD Kota Bogor berinisial HA sebagai tersangka dalam kasus pencairan dana fiktif, Selasa (18/6/2019) sore. Usai ditetapkan sebagai tersangka, HA yang berstatus sebagai ASN ini langsung ditahan di Lapas Kelas IIA Paledang, Kota Bogor.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Bogor, Rade Satya Nainggolan mengatakan, tersangka HA merupakan bendahara KPUD Kota Bogor pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor tahun 2018. Dalam kasus itu, HA disebut berperan dalam proses pencairan keuangan untuk kegiatan fiktif.

“Kasusnya penyimpangan pengadaan barang, dia selaku bendahara berarti dalam proses pencairan dia yang berperan,” kata Rade di Kantor Kejari Kota Bogor, Selasa (18/6/2019) sore.

Dana yang diselewengkan, kata Rade, sebesar Rp470.830.000. Dana itu bersumber dari anggaran hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tahun 2017. Modusnya, mengadakan kegiatan diluar Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sebelumnya telah ditetapkan melalui rapat pleno KPU Kota Bogor.

“Ada dua kegiatan di luar RAB, nama kegiatannya buletin (tabloid), ternyata di RAB tidak ada,” papar Rade.

“Barang bukti yang sudah kita amankan banyak, salah satunya kwitansi fiktif, tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 tentang Tipikor dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun,” sambungnya.

Usai diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka, HA yang juga berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor itu langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Paledang menggunakan mobil Tahanan Kejaksaan Negeri Kota Bogor. Saat ini, pihak Kejari Kota Bogor masih terus mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus penyalahgunaan anggaran ini.(Sol)

Related posts

Leave a Comment