Gara-gara Berkomentar di Facebook Anggota PPS Majalengka Dilaporkan ke Bawaslu

Bagikan berita ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares

DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Bawaslu Kabupaten Majalengka, menerima aduan dugaan pelanggaran Pemilu 2019, dari salah seorang yang mengaku anggota tim pemenangan Partai Amanat Nasional (PAN), Kamis (10/1/2019).

“Ya, hari ini kita menerima pengaduan atas dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh salah satu anggota PPS Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, terkait dugaan pelanggaran ketidak netralitas yang memimak ke salah satu partai,” kata anggota Bawaslu Kabupaten Majalengka, Divisi Penindakan Pelanggaran, Abdul Rosyid.

Menurutnya, ketidaknetralitasnya terlapor tersebut, dikarena berkomentar di salah satu akun Media Sosial (Medsos) Facebook, yang seolah-olah dirinya memihak ke salah satu partai tertentu.

“Dugaan pelanggaran etiknya ini, dikarenakan terlapor berkomentar di sosial media Facebook yang diduga memimahak ke salah satu partai. Ini yang menyebebkan dilaporkan ke Bawaslu oleh atas nama Bayu Saeful Ulum, Warga Desa Majasuka, Kecamatan Palasah, Majalengka,” ungkapnya.

Sementara dalam penanganan maupun memproses dugaan pelanggaran Pemilu tersebut, kata dia, bahwa sesuai SOPnya, pihaknya akan menggunakan peraturan Bawaslu No.7 tahun 2018, tentang penanganan, temuan dan laporan pelanggaran Pemilu.

“Adapun dalam prosesnya nanti, kita mempunyai waktu 7 hari+7 dan untuk membuktikan terlapor ini pihak penyelenggara Pemilu atau bukan, kita akan investigasi, telusuri dan mencari bukti-bukti. Dalam hal ini mencari SK, apakah terlapor ini bener anggota PPS atau bukan,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung dia, jika terbukti maka pihaknya akan melakukan pleno. Namun, sebelum pleno akan ada kajian awal terlebih dahulu.

“Misalnya, jika nantinya terlapor ini terbukti sebagai penyelenggara Pemilu, maka kita akan memplenokan, sehingga sudah jelas ini merupakan pelanggaran kode etik,” tandasnya.(jja)

Related posts

Leave a Comment