Dejabar.id, Cirebon – Pertumbuhan UMKM saat ini semakin menunjukkan kenaikan. Ditambah dengan pemanfaatan dunia internet dan strategi digital marketing, semakin membuat UMKM ini mampu bersaing di era industri 4.0.
Hal tersebut sama terjadi dengan para UMKM di Cirebon. Biasanya, masyarakat Iebih mengenal Cirebon sebagai daerah penghasil ikan dan rebon saja. Namun, sebenarnya kota yang berada di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, Cirebon juga meyimpan sederet potensi ekonomi kreatif yang beragam, mulai dari produk kuliner, tekstil, serta kerajinan tangan.
Pertumbuhan dan berkembangnya UMKM ini, juga sangat berdampak positif kepada bidang logistik karena permindahan barang dari produsen ke konsumen membutuhkan logistik yang efisien sekaligus tepat waktu. Melihat peluang ini, perusahaan jasa pengiriman dan logistik, JNE, juga turut mendorong para UMKM ini agar bisa menembus pasar internasional, sehingga bisa menggaet lebih banyak customer dan mengenalkan produknya.
Menurut Pimpinan Cabang JNE Cirebon, Syahrilruddin, Cirebon yang terletak di lokasi yang strategis dan ditunjang juga oleh akses Tol Cipali serta Bandara Kertajati, bisa menjadikan banyak peluang bagi para pelaku UMKM.
“Dengan strategi digital marketing yang jitu, maka mereka bisa memasarkan produknya ke seluruh nusantara, bahkan luar negeri,” jelasnya dalam JNE Kopiwritinh bersama Kompasiana di Olive Bistro, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Rabu (30/10/2019) kemarin.
Sehingga, lanjutnya, inovasi yang terus dilakukan para UMKM, baik dalam kualitas produk mau pun pengemasan untuk dapat bersaing di era 4.0. Selain itu strategi digital marketing juga harus terus diperkenalkan dan diimplementasikan agar memberikan value added atau nilai lebih dalam produknya.
Syahrilruddin menambahkan, JNE di Cirebon memiliki 335 titik jaringan dan pertumbuhan pengiriman JNE Cirebon pada tahun 2018 antara 30%-40% dibanding tahun lalu yang didominasi oleh online seller (produk UMKM) sebesar 70%. Hal ini membuat JNE turut aktif dalam pengembangan UMKM di Cirebon.
“Selain itu pengguna JLC di Cirebon didominasi oleh online seller dengan jumlah lebih dari 2291 member aktif,” jelasnya.
Sedangkan menurut Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Saifudin Jupri, pertumbuhan jumlah UMKM di Cirebon cukup baik. Berdasarkan hasil pendataan pada tahun 2013 hingga 2019, jumlah UMKM di Kota Cirebon mencapai 1352.
“Angka tersebut masih kita perbaharui terus mengingat pergerakan usaha lokal sangat dinamis. Selain itu sektor SDM menjadi poin paling penting dalam peningkatan potensi UMKM lokal Kota Cirebon,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply