DEJABAR.ID, SUBANG – Bag Restter atau Jalur keselamatan di Tanjakan Emen Ciater, Subang, telah selesai dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Jawa Barat. Pembangunan jalur Keselamatan d tersebut dinilai Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Rona Mairansyah, merupakan upaya yang cukup efektif dan efisien, untuk menekan angka kecelakaan di tanjakan Emen tersebut.
Karena, menurutnya, pembangunan jalur keselamatan itu, sudah melalui berbagai survei, yang terakhir oleh Tim Ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Di titik itu merupakan titik terbaik untuk mencegah kecelakaan, yang sering terjadi di tanjakan Emen,” ucap Rona, Senin (21/1/2019).
Sebelum dilaksanakan pembangunan jalur keselamatan itu, sudah disepakati bersama oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Polres Subang, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, DPUPR Jabar dan Polda Jabar, bahwa di tanjakan Emen itu, sangat penting untuk di bangun jalur keselamatan itu.
“Kita sebelumnya menggelar rapat di Provinsi, untuk menentukan titik pembangunan jalur keselamatan itu, dan akhirnya disepakati bersama, bahwa di tanjakan Emen itu di bangun jalur keselamatan, guna menekan angka kecelakaan, yang sering banyak memakan korban jiwa,” terangnya.
Di jalur keselamatan sepanjang 350 meter, itu di bangun semacam kolam batu granula, yang berfungsi untuk memperlambat, dan menghentikan laju kendaraan yang mengalami blong rem, sehingga tidak terjadi benturan dengan kendaraan lain, dan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Ketika si pengemudi mengalami kepanikan saat mengalami rem blong dari arah Lembang, maka si pengemudi nanti bisa melalui jalur keselamatan itu, sehingga tidak terjadi oleng, dan diharapkan tidak terjadi korban jiwa,” tutur Rona.
Rona berharap, dengan selesainya pembangunan jalur Keselamatan di tanjakan emen dapat mengurangi atau meminimalisir kecelakaan dijalur Bandung Subang.
“Mudah-mudahan saja adanya jalur Keselamatan ini benar-benar bisa mengurangi angka kecelakaan lalulintas dikawasan tersebut dan berharap tidak terulang kecelakaan maut yang terjadi pada 10 Pebruari 2018 lalu yang menewaskan 27 orang,” pungkasnya.(Ahy)
Leave a Reply