Jadi Tersangka Penembakan, Hari Ini IN akan Diperiksa Polisi


Dejabar.id, Majalengka – Anak Bupati Majalengka, berinisial IN resmi ditetapkan sebagai tersangka penembakan terhadap pengusaha kontraktor.

IN sendiri tercatat juga seorang pejabat Aparatur Negara Sipil (ASN) sebagai Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan di lingkungan Pemkab Majalengka.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, melalui Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin mejelaskan, penetapan tersangka terhadap IN, sudah berlangsung sejak Rabu (13/11/2019).

Kendati demikian, polisi belum menahan IN meski sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita baru menetapkan IN sebagai tersangka atas kasus tindak pidana penembakan terhadap seorang pengusaha kontraktor tersebut,” ungkapnya.

Selanjutnya, lanjut Kasat Reskrim, bahwa pihaknya mengaku saat ini telah melayangkan surat pemanggilan sebagai tersangka terhadap anak kedua Bupati Majalengka itu.

“Kita sudah melayangkan surat pemanggilan sejak Rabu dan baru hari ini Jumat (15/11/2019) IN akan diperiksa penyidik sebagai tersangka,” katanya.

Sementara itu, soal penahanan nanti diputuskan setelah adanya proses pemeriksaan.

Sedangkan, Polisi menjerat IN dengan pasal 170 KUHP Juncto Undang-undang darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang penyahgunaan senjata api, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden penembakan tersebut, terjadi di Ruko Hana Sakura, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (10/11/2019) malam.

Korban Panji Pamungkasandi awalnya menagih utang proyek kepada terduga pelaku berinisial IN.

Setelah proses penagihan, IN mengeluarkan senjata api pistol berkaliber 9 milimeter jenis peluru karet, hingga membuat korban tertembak dan mengalami luka pada bagian telapak tangan kiri.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH)
Dadan Taufik membantah, jika kliennya IN melakukan penembakan terhadap Panji Pamungkasandi.

Saat itu, kata tim kuasa hukum, bahwa penembakan yang dilakukan IN, untuk melerai keributan antara pihak panji dengan pihak IN sendiri yang lebih besar.

“Maka klien kami terpaksa mengeluarkan senpinya dan menembakanya ke atas sebagai bentuk peringatan. Tapi saat itu Panji berusaha merebutnya hingga akhirnya mengenai tangannya,” tandasnya. (jja)