DEJABAR.ID, SUBANG – Bupati dan Wakil Bupati Subang melakukan peninjauan Gedung Museum Wisma Karya di Jl. Ade Irma Suryani, Subang, Jumat (21/12/2018).Seperti diketahui gedung bersejarah milik Pemkab Subang ini dalam beberapa bulan terakhir dalam tahap renovasi dan penataan taman didepan gedung peninggalan Penjajahan Belanda tersebut.
“Wah bukan main keren banget, ini sangat luar biasa,. Dan akan menjadi kebanggaan masyarakat. Sebelum direnovasi kan, kita tahu sendiri,” kata Bupati Ruhimat.
Ruhimat memaparkan, di Museum Wisma Karya ini nantinya akan diisi dengan sejumlah artepak yang dikemas dengan sistem modern yang dilengkapi multimedia. Ruhimat berharap, nantinya museum ini akan menambah khazanah pemahaman sejarah, khususnya bagi masyarakat Subang.
“Ini untuk mengenang sejarah dan paling tidak akan disimpan benda purbakala, dari mulai, manusia purba sampai peninggalan artefak yang ditemukan di situs budaya Subang Larang. Mudah-mudahan dengan ditampilkan di sini, dikunjungui oleh warga, anak-anak untuk mengambil hikmah perjalanan masa lalu subang,” kata Ruhimat.
“Mudah-mudahan dengan demikian mereka mencerna, perjalanan sejarah subang, mudah2an ada hikmahnya untuk generasi penerus,” imbuhnya.
Konsultan design Iman Jatiarmaja mengatakan, pembenahan dalam Gedung Wisma Karya ini dilengkapi dengan tekhnologi, setidaknya ada 14 aplikasi tekhnologi, selain artepak, kata Iman akan dikemas dengan mutlimedia, dari mulai digital booth, teatrikal, video moving dan lainnya. “Jadi memang ada tekhnologinya akan mendukung. Jadi perbedaan museum dan konvensional dengan yang akan kta kemas di multimedia.” jelasnya.
Kepala UPTD Museum Subang Khadarsyah mengatakan, Gedung Museum ini akan menjadi laboratorium sejarah Subang, baik lewat benda purbakala maupun secara tekstual yang dituangkan dalam buku. “Jadi intinya, di sini nantinya akan mewadahi semua benda purbakala yang ditemukan dan ada di Kabupaten Subang. Pengunjung yang datang, akan mengetahui sejarah secara mendasar dan berurut melalui benda purbakala,” kata Khadar.
Khadar menjelaskan, untuk mendukung pemahaman seputar sejarah, akan dilaunching Buku Subang dari Masa ke Masa yang berisi sejarah Kabupaten Subang. Sementara terkait dengan progres perehaban Wisma Karya, Khadar mengatakan, secara fisik Gedung Wisma Karya sudha tuntas.
“Untuk di dalam sebenarnay sudah tuntas, tinggal kontennya saja. Sementara untuk halaman di Wisma Karya, ini kan pengerjannya berbeda, ini masih dalam rposes finishing. Mudah-mudahan awal tahun sudah bisa ya,” pungkasnya. (ahy)
Leave a Reply