DEJABAR.ID, CIREBON – Direktur PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro, mengingatkan kepada para penumpang agar tidak terlalu dini datang ke stasiun ketika akan menggunakan jasa angkutan kereta api. Karena, untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di stasiun.
Hal tersebut diungkapkannya saat kunjungannya ke Stasiun Cirebon dalam rangka pengecekan persiapan angkutan dan personel dalam masa liburan Natal dan Tahun Baru, Jumat (21/12/2018).
“Kalau keretanya berangkat jam 4 sore, jangan sudah stand by di stasiun jam 9 pagi. Nantinya akan ada penumpukan penumpang di stasiun,” jelasnya.
Selain itu, Edi juga berpesan kepada para pengguna jasa layanan kereta api agar membawa barang-barang secukupnya. Sesuai aturan, maksimal barang yang dibawa oleh penumpang adalah 20 kg. Jika melebihi, maka penumpang lain akan tidak kebagian tempat untuk barang-barangnya.
“Dan terakhir, saya berpesan agar tidak menggunakan pakaian yang mewah ketika hendak menaiki kereta api,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Edi, bagi orang-orang yang bukan penumpang, agar berhati-hati ketika melewati perlintasan kereta api. Terutama, di perlintasan sebidang yang rawan dengan kecelakaan. Karena, kereta api tidak bisa mengerem langsung seperti mobil. Setidaknya, kereta api baru bisa berhenti setelah mencapai jarak 500 meter.
“Kalau direm mendalam, maka kereta api akan terguling,” tuturnya.
Dalam kunjungannya ke Stasiun Cirebon, Edi mendapatkan banyak masukan dari penumpang. Salah satunya adalah dengan disediakannya tempat untuk solat di dalam gerbong kereta api. Karena selama ini, para penumpang mereda sulit ketika hendak solat di dalam kereta api.
Edi menjelaskan, saat ini sudah ada berapa rangkaian kereta api yang sudah disediakan tempat solat. Dan nantinya, akan disediakan secara bertahap.
“Nanti Januari akan ada dua rangkaian kereta api yang akan datang lagi. Itu yang akan kita sediakan untuk tempat solat,” pungkasnya. (jfr)
Leave a Reply