DEJABAR.ID, PANGANDARAN –
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu Koperasi UMKM dan Perdagangan (DPMPTSPKP) Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida melakukan sidak ke Pasar Tradisional Pananjung Kecamatan untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2019. Kamis (20/12/2018).
Dalam sidak tersebut, ditemukan adanya kenaikan harga pada dua komoditas, yaitu Telur dan Daging Ayam.
Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu Koperasi UMKM dan Perdagangan (DPMPTSPKP) Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida mengatakan dari hasil sidak terdapat dua komoditas yang mengalami kenaikan yakni daging ayam Rp 38-40 ribu per kilogram dan telur ayam Rp 25-27 ribu per kilogram.
“Jadi masing-masing kenaikannya hanya Rp 2 ribu. Jadi kenaikan tersebut masih relatih normal karena kenaikannya tidak signifikan,” ujarnya kepada dejabar.id di Pasar Tradisional Pananjung Pangandaran. Kamis (20/12/2018).
Selain terjadi kenaikan pada dua komoditas, Tedi juga menyebutkan ada komoditas yang mengalami penurunan seperti sayur masih relatif tidak ada kenaikan yang signifikan.
“Untuk sayuran masih aman tidak ada kenaikan harga,”katanya.
Tedi mengaku pihaknya sudah melakukan konfirmasi dengan salah satu distributor ternyata ada beberapa kendala yang mengakibatkan harga menjadi naik.
“Kenaikan harga pada komoditas disebabkan akibat mahalnya biaya produksi pakan. Dan menurut Dinas Ketahanan Pangan Provinsi juga bahan baku jagung sangat tinggi harganya dan stoknya juga terbatas,”papar Tedi.
“Tetapi, menurut informasi pada hari Selasa kemarin katanya impor jagung yang dari brazil sebanyak 100 ribu ton itu sudah sampai di indonesia dan Jawa Barat mendapatkan jatah 15 persen,”terangnya.
Jadi, lanjut Tedi, Kalau mengacu data dari dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jabar dalam satu pekan kedepan harga telor akan turun.
“Kita lihat saja pekan depan harga telur turun apa masih tetap bertahan harganya,”sebutnya.
Terkait harga daging ayam, Tedi mengatakan bahwa pihaknya sudah konfirmasi dengan salah satu peternak yang juga salah satu distributor itu karena adanya perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan sehingga mengakibat banyak ayam yang kena penyakit.
“Akibat dari penyakit tadi, hingga jumlah ternak itu mengalami penurunan, sedangkan untuk distribusi menjelang Natal dan Tahun Baru ayam dikisaran 60 persen dan telur dikisaran 80 persen,”ungkap Tedi.
Menurut Tedi, kebutuhan daging ayam untuk se-Kabupaten Pangandaran mencapai 24 ribu Kilogram perhari sedangkan telur sebanyak 15 ribu kilogram.
“Namun, akibat dari faktor pakan dan cuaca pasokan telur menjadi 12 ribu kilogram dan daging ayam menjadi 144 kilogram perhari,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha mengaku pihaknya turun ke lapangan dalam rangka pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok jelang natal dan tahun baru 2019.
“Memang ada beberapa kebutuhan pokok yang relatif tidak mengalami kenaikan. Hanya di komoditas telur dan daging ayam itu pun naiknya tidak signifikan. Namun yang terpenting adalah ketersediaan setok kebutuhan pokok masyarakat aman,”ucapnya.
“Menjelang natal dan tahun baru permintaan kebutuhan meningkat dan itu pasti ada kenaikan. Tetapi pedagang sudah mengantisipasi hal itu dengan berbagai teknis dan strateginya, sehingga mereka siap menghadapi peningkatan permintaan jelang liburan natal tahun baru,”pungkasnya. (dry)
Leave a Reply