DEJABAR.ID, SUBANG-Sungguh malang nasib Saefudin Rahmat Dani, bayi berumur tujuh bulan yang menderita penyakit hidrosefalus ini hanya bisa tergolek lemas. Saefudin merupakan anak pasangan Endin Rosidin dan Emi, saat ini membutuhkan uluran tangan semua pihak untuk membatu biaya pengobatan anaknya.
Ditemui dikediamanya di Dusun Tengah RT11/RW04 Desa Pamanukan Sebrang Kec.Pamanukan Subang, Rabu sore(26/12/2018) Ibunda dari bayi malang tersebut yakni Emi menuturkan bahwa sejak lahir anaknya ada sedikit benjolan dibagian dekat tulang ekornya. Pihak keluarga juga sempat melakukan bedah plastik pada benjolan tersebut di Rumah Sakit.
“Awalnya ada dibelakang dekat pantat ada benjolan, setelah dibedah sempat hilang itu, namun sekitar 3 bulan kebelakang itu pindah ke Kepala yang sekarang makin besar,” ucap Emi.
Eni juga menyampaikan bahwa pada bulan November 2018 lalu, anaknya sempat menjalani operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Setelah operasi tersebut Kepala dari Safeudin sempat mengecil.
“Setelah operasi itu ukuranya sempat jadi 43cm, tapi sekarang mulai besar lagi.” Jelas Emi
Menurut Emi, dalam keseharianya kondisi dari anaknya yang baru berusia 7 bulan tersebut sering mengalami panas dibagian kepala.
“Setiap kepalanya panas, anak ini selalu nangis seolah kaya tidak kuat nahan sakit. Namun anehnya sekalipun kepalanya panas, tapi badannya dingin tidak panas,” jelas Emi.
Emi juga mengatakan, bahwa dalam kesehariannya anaknya bergerak-gerak seperti biasa, hanya saja untuk kedua kakinya jarang bergerak.
“Kalau badan bergerak normal cuma kakinya jarang bergerak dan terlihat seperti lemas,” katanya.
Saat ini, pengobatan untuk saefudin sendiri ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun dalam beberapa kesempatan ada beberapa obat yang secara pribadi dibeli sendiri oleh pihak keluarga berdasarkan resep dokter.
Emi selaku ibu dari bayi malang tersebut mengharapkan doa dan ukuran tangan dari para dermawan untuk membantu biaya pengobatan anaknya
Eni juga berharap Bupati Subang yang baru, Ruhimat, bisa datang dan menengok kondisi anaknya tersebut dan Ia juga mengharapkan bantuan dari Pemerintah untuk kesembuhan dari penyakit Hidrosefalus yan mendera anaknya.
“Keluarga kami sendiri bukan berasal dari orang yang mampu secara finansial. Ayah dari Safeudin saat ini kerja serabutan. Sedangkan ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang mengurus Saefudin. Maka dari itu kami butuh uluran tangan semua pihak untuk membantu biaya pengobatan anak kami,” ucapnya.
Lebih lanjut, Emi menuturkan bahwa pada januari mendatang keluarga akan kembali membawa ke RSHS dan kemungkinan akan kembali lakukan operasi yang kedua.
“Kata dokter waktu itu, agar tidak semakin parah, paling engga selama setahun ini harus terus berobat jalan, agar penyakit Hidrosefalus yang menimpa anak saya tidak semakin parah,” ungkapnya.(Ahy)
Leave a Reply