Press ESC to close

PT Mahanaim Cipta Kreasindo Promosikan Pariwisata Melalui Cirebon Historia Run

  • December 29, 2018

DEJABAR.ID, CIREBON-Kota Cirebon merupakan salah satu kota yang memiliki sejarah yang panjang di Indonesia. Pada zaman para wali dulu, kota ini digunakan sebagai pusat penyebaran agama Islam. Karena itu, tidak heran jika kota ini mendapatkan julukan Kota Wali.
Karena memiliki nilai sejarah yang tinggi sejak zaman para wali hingga pemerintahan kolonial Belanda, maka di Kota Cirebon banyak sekali terdapat peninggalan bersejarah, seperti Keraton Kesepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Keraton Kaprabonan, Kawasan Kota Tua, Gua Sunyaragi, Stasiun Cirebon, Stasiun Prujakan, serta kuil-kuil.
Dengan banyaknya bangunan peninggalan bersejarah tersebut, maka Kota Cirebon menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya. Banyak para wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ke Kota Cirebon, hanya untuk menikmati wisata sejarahnya, dan juga kuliner khasnya. Karena itu, Kota Cirebon semakin gencar mempromosikan pariwisatanya.
Maka dari itu, PT Mahanaim Cipta Kreasindo dan Batiqa Hotel Cirebon menggagas promosi pariwisata melalui lari. Lari yang dimaksud adalah para peserta diajak untuk berhistoria menyusuri bangunan-bangunan bersejarah di Kota Cirebon.
Menurut Projects Manager PT Mahanaim Cipta Kreasindo, Mega Handayani, event bernama Cirebon Historia Run dengan mengusung tema “Running and Explore the Heritage of Cirebon” ini, merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan pariwisata sejarah dan budaya di Kota Cirebon dengan cara yang berbeda, dan pastinya menyenangkan.
“Kita ambil tema lari karena lari adalah olahraga yang murah dan bisa dilakukan oleh siapa saja,” jelasnya saat konferensi pers di Batiqa Hotel Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, Jumat (28/12/2018) kemarin.
Kemudian, lanjutnya, event ini diselenggarakan untuk mengajak masyarakat Kota Cirebon untuk menikmati kotanya sambil berolahraga. Di samping itu, para wisatawan dari luar daerah juga bisa mengenal Kota Cirebon.
Event ini sendiri akan diselenggarakan pada 3 Februari 2019 mendatang. Terdapat dua kategori dalam event ini, yakni 5K dan 10K. Masing-masing kategori mengambil rute yang berbeda, namun dengan start dan finish yang sama, yakni di Batiqa Hotel.
Untuk harga tiketnya sendiri, lanjut Mega, dipatok sebesar Rp 150ribu untuk kategori 5K, dan Rp 200ribu untuk kategori 10K. Harga tersebut untuk early bird yang berlangsung sampai tanggal 10 Januari 2018. Sedangkan setelah tanggal tersebut, dikenakan harga normal Rp 200ribu untuk kategori 5K, dan Rp250 ribu untuk kategori 10K.
“Hingga saat ini sudah ada sekitar 250 hingga 300 peserta yang sudah mendaftar dari luar Cirebon, dengan target hingga 1000 peserta,” jelasnya.
Sedangkan menurut General Manager Batiqa Hotel Cirebon Catleya Parengkuan, dirinya berharap event seperti ini bisa menjadi agenda tahunan Batiqa Hotel Cirebon. Sehingga, bisa meningkatkan wisatawan yang datang ke Kota Cirebon.
“Dan juga, bisa mengajak masyarakat Kota Cirebon untuk mengikuti pola hidup sehat, yaitu dengan olahraga lari,” pungkasnya.(Jfr)
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *