DEJABAR.ID, CIREBON- Perayaan Tahun Baru Imlek kerap identik dengan Vihara atau klenteng. Pasalnya, Vihara merupakan sentra perayaan Imlek maupun Cap Go Meh bagi warga etnis Tionghoa. Di Kota Cirebon sendiri, sentra perayaan Imlek dipusatkan di Vihara Dewi Welas Asih, Jalan Kantor, Kota Cirebon.
Meskipun digunakan sebagai tempat untuk ibadah umat Budha, namun Vihara yang sudah berdiri selama ratusan tahun tersebut dijadikan sebagai destinasi wisata budaya oleh berbagai kalangan etnis. Hal tersebut dibuktikan dengan kunjungan ratusan orang ke klenteng dalam perayaan kirab budaya Cap Go Meh.
Menurut Pembina Umat Budha Vihara Dewi Welas Asih, Romo Djunawi, tempat ibadah umat Budha ini memang terbuka untuk umum. Di hari biasa jumlah pengunjung hanya berkisar puluhan orang saja. Namun menjelang Imlek, bisa mencapai ratusan orang yang berkunjung per harinya.
“Biasanya yang datang ke sini untuk ibadah. Tapi ada juga yang berwisata plus budaya. Dan kami terbuka untuk umum atau siapa saja boleh masuk asalkan santun,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di klenteng yang beralamat di Jalan Kantor Kota Cirebon, Sabtu (2/2/2019).
Romo melanjutkan, pengunjung yang tertarik tersebut karena desain arsitektur klenteng yang unik. Dengan dipenuhi warna merah yang melambangkan keberanian, dan juga ornamen-ornamen khas Tiongkok, seperti aksara Cina, patung naga, meja altar, dupa, dan juga rupang atau patung dewa-dewi.
Selain untuk bersembayang ataupun sekedar kunjungan, lanjutnya, vihara ini rupanya juga memiliki program untuk kemajuan masyarakat. Salah satunya adalah Bakti Sosial yang telah dilaksanakan belum lama ini.
“Beberapa hari menjelang Imlek, kita selalu melakukan bakti sosial,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply