DEJABAR.ID, TASIKMALAYA -Melihat dinamika usai pemungutan suara 17 April yang semakin riuh setelah data quick count yang dirilis televisi, Forum Bhineka Tunggal Ika (FBTI) Tasikmalaya langsung mengambil sikap.
Bertempat di Kantor Lakpesdam NU Kota Tasikmalaya, Jalan Situ Gede, Ketua FBTI, Asep Rizal Asyari, mengatakan, kedua kontestan memang menganjurkan pendukungnya menahan diri menunggu hasil.dari KPU.
Ia melanjutkan, memang yang namanya pendukung manusia yang haus akan hail kemenangan apalagi dipanaskan dengan munculnya klaim kemenangan.
“Klaim tersebut memunculkan ketegangan antar dua kubu, terutama dibarisan pendukung baik di dunia nyata atau dunia maya, polarisasi kian menguat bahkan ada beberapa pihak yang dengan lantang menyerukan perang,” ungkap Asep kepada media, Minggu (21/04/2019).
Adapun pernyataan sikap dari FBTI yakni sebagai berikut.
Berikut pernyataan sikap tersebut:
1. Terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya secara tertib dan bertanggung jawab. Dan terimakasih juga Kepada seluruh aparat negara, penyelenggara pemilu yang telah bertugas dengan baik mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk menciptakan pemilu yang adil dan damai. Serta kami sampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya pejuang demokrasi di tanah air, semoga segala pengorbanan menjadi amal ibadah.
2. Menjaga suasana masyarakat yang aman dan kondusif, Hentikan segala bentuk provokasi, fitnah dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Tebarkan welas asih, jalin persatuan dan kesatuan bangsa. Serta mengajak seluruh komponen bangsa segera melakukan rekonsiliasi pasca pemungutan suara Pemilu 2019.
3. Menunggu dan mengawasi proses penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU secara profesional, adil, dan amanah dalam menjalankan tugasnya sesuai undang-undang yang berlaku untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas.
4. Menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, apalagi bersikap inkonstitusional.
5. PEMILU sebagai perwujudan demokrasi telah usai. Segala perbedaan tidak perlu lagi dipersoalkan dan saatnya seluruh komponen masyarakat bersatu mendukung siapapun pemenangnya serta komitmen merawat Bhinneka Tunggal Ika.
Sebagai tambahan informasi, FBTI terdiri dari gabungan Lakpesdam NU, GP Ansor, Sundawani, ISRA, Himakrista, Ahmadiyah, Sundawani, PMII, IPNU, Wahidiyah, IJABI. (Ian)
Leave a Reply