Press ESC to close

Leonardus Turnip, Entrepreneur Muda Raih Omset Rp9 Juta dengan Bisnis Reseller Kutus-kutus

  • June 18, 2019

DEJABAR.ID, BANDUNG- Di zaman sekarang, bisnis bisa jadi salah satu aset yang menjanjikan di masa depan. Apalagi ketika melakukannya di usia muda. Tak jarang bila mendengar banyak generasi muda yang kini berkembang di sela-sela kesibukannya berkuliah juga sembari berbisnis.

Begitupun dengan salah satu mahasiswa asal Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB) ini memilih menjadi reseller minyak tradisional Kutus-kutus untuk lahan bisnisnya.

Leonardus Turnip mengaku sudah 1,5 tahun berkecimpung di dunia bisnis reseller Kutus-kutus. ia sangat mencintai bisnisnya, pasalnya menjadi reseller Kutus-kutus memiliki rasa yang sangat bersyukur bila para pembelinya bisa kembali sehat dan merasakan manfaat dari produk yang ia jual sendiri.

“Secara finansial memang aku sangat terbantu, namun ada salah satu hal yang membuat ku bangga dan senang menjadi reseller Kutus-kutus, ketika para pembeliku bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya kepada Reporter Dejabar, Rabu (18/6/2019).

Leo menceritakan pernah suatu saat ia memiliki pembeli seorang ibu-ibu yang anaknya sudah tiga hari tidak dapat buang air besar, setelah mengoleskan Kutus-kutus akhirnya keesokan paginya si anak tersebut proses pencernaannya kembali normal. Alhasil si ibu tersebut sangat mengucapkan banyak terimakasih kepadanya. Hal kecil seperti ini yang sering membuat Leo, sapaan akrabnya, merasa bersemangat menjalani bisnis ini.

Pria berdarah Batak ini sudah sejak lama memiliki jiwa entrepreneur. Mulai dari sejak SMA ia pernah berbisnis kecil-kecillan menjual permen di kelasnya.

“Dulu waktu SMA seperti anak SMA yang lagi nakal-nakalnya banyak teman-temanku yang suka makan permen di kelas. Nah dari sana aku berpikir dan melihat sepertinya ada peluang untuk menjual permen. Setiap pulang sekolah aku membeli beberapa bungkus permen dari swalayan untuk kujual di kelas,” lanjutnya sambil tertawa kecil.

Hingga menjadi seorang mahasiswa jiwa entrepreneurnya juga tidak hilang dan memilih menjadi reseller Kutus-kutus menjadi bisnisnya.

Omset yang diterima dari jerih payahnya pun cukup menjanjikan, mulai dari Rp230 ribu sampai Rp9 juta berhasil ia dapatkan. Bahkan membiayai biaya pendidikan perkuliahannya pun tidak dibantu oleh orangtuanya melainkan dari keringatnya sendiri.

Bagi Leo usia bukan menjadi alasan untuk tidak berani mencoba. Begitupun dengan dunia bisnis, tidak harus memiliki skil khusus agar semua berjalan lancar. Kerja keras, berani keluar dari zona nyaman dan doa adalah kunci untuk mencapai keberhasilan.

Memang Leo bukanlah seseorang mahasiswa daei jurusan bisnis melainkan berasal dari jurusan Hukum. Sebagai anak muda yang kreatif dan inovatif dan mengikuti perkembangan zaman, Leo memasarkan penjualannya dengan berbagai cara. Selain turun ke lapangan dengan membuka outlet kecil-kecilan di beberapa pusat keramaian, Leo juga memasarkan dagangannya melalui online. Media sosial Instagram kini menjadi senjata utamanya untuk menjajahkan jualannya. Sering sekali ia memposting beberapa testimoni di akun IG @kutus2bandung agar menarik para pembelinya. Selain itu tak jarang juga Leo memberikan beberapa promosi seperti ongkir gratis kepada para pembelinya.

“Saat ini aku belum berasa puas karena masih banyak hal yang ingin lagi kupelajari tapi yang pasti buat teman-teman di luar yang ingin berbisnis jangan takut buat mencoba banyak hal begitupun dengan berbisnis, bisnis kecil-kecilan pun tidak masalah asal kita tahu peluang kita kapan dan di mana tempatnya,” tutupnya.(Eca)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *