Press ESC to close

Pasca Insiden Galian C, Lurah Argasunya Harap Percepat Alih Profesi Para Pekerja

  • July 19, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Insiden tertimbunnya salah seorang pekerja di Galian C Argasunya Kota Cirebon hingga tewas pada Kamis (18/7/2019) sore kemarin, merupakan kejadian tragis dan dilema. Kejadian itu sempat mempertanyakan keselamatan para pekerja lepas di lokasi tambang Galian C.

Lurah Argasunya, Dudung Abdul Barry, mengakui kejadian hilangnya nyawa akibat aktivitas penambangan pasir kemarin, merupakan kecelakaan yang kedua kalinya selama dirinya menjabat sebagai lurah. Meskipun begitu, total kecelakaan yang mengakibatkan adanya korban jiwa sudah belasan kali.

“Saya berharap tentunya kejadian kemarin itu harus yang terakhir,” jelasnya, Jumat (19/7/2019).

Dudung menjelaskan, tentunya harus ada solusi yang tepat dari Pemerintah Kota Cirebon, agar masyarakat yang menjadi buruh harian lepas di galian pasir bisa segera dialih profesikan.

Menurut Dudung, terbersit sebuah ide untuk segera melakukan satu terobosan cepat, yakni masyarakat beralih profesi dari buruh harian lepas ke buruh bangunan profesional. Hal tersebut nantinya akan ditindaklanjuti berupa laporan pada pihak kecamatan dan dinas terkait.

“Tentu ini mendesak karena sudah ada korban meninggal, sehingga ide alih profesi harus segera,” tuturnya.

Dudung melanjutkan, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Bappeda Kota Cirebon, Dinas Ketenagakerjaan Kota Cirebon, serta Dinas PUPR Kota Cirebon, agar masyarakat dapat diserap dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Kota Cirebon.

“Kita akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar masyarakat yang berprofesi di Galian C, bisa alihprofesikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Cirebon sudah menghentikan aktivitas Galian C di Argasunya dengan menggunakan alat berat. Namun, masyarakat sekitar yang tadinya berprofesi sebagai penambang di Galian C, tetap diizinkan untuk menambang secara manual.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *