dejabar.id, Cirebon – Situasi dan kondisi di Indonesia yang mengkhawatirkan, seperti kerusuhan di Papua dan demo yang berujung ricuh, membuat prihatin banyak pihak. Salah satunya adalah para tokoh di wilayah Kabupaten Cirebon.
Untuk itu, Pondok Pesantren Buntet Cirebon menggelar Manaqib Kubro untuk bermunajat kepada Allah, berharap Indonesia dapat kembali damai, yang diselenggarakan di Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jumat (4/10/2019) malam.
Acara tersebut dihadiri oleh para alim ulama dan tokoh masyarakat, bersama ribuan jamaah yang berasal dari berbagai wilayah di Ciayumajakuning.
Menurut salah satu pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Muhammad Abbas Billy Yachsi Fuad Hasyim, dirinya mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk dapat bersatu dalam kedamaian. Karena, banyaknya konflik dan kerusuhan yang terjadi, justru akan menghambat pembangunan serta perkembangan ekonomi di negara Indonesia.
“Kalau konflik terus, maka pembangunan di Indonesia ini akan terhambat,” jelasnya yang kran disapa Kang Babas tersebut.
Dirinya berharap, ke depan masyarakat Indonesia dapat bersatu untuk membela negeri, membela NKRI, dan membela falsafah kebangsaan yakni Bhineka Tinggal Ika.
Sedangkan menurut panitia penyelenggara, Hendra Wahyudi mengatakan, melalui kegiatan yang bertajuk Menggapai Rindho Allah Untuk Keselamatan dan Kententraman Umat itu diharapkan dapat membawa kedamaian di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia.
Acara ini juga, lanjutnya, untuk menyampaikan kepada amayarakat, khususnya di Desa Kanci yang akan menggelar Pemilihan Kuwu, agar tetap menjaga kondusifitas. Sehingga, tidak ada lagi permusuhan dan kebencian karena berbeda pilihan.
“Acara ini rutin digelar setiap tahun. Dan rencananya, di tahun-tahun berikutnya, Manaqib Kurbro dapat digelar dengan lebih besar lagi”, pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply