Dejabar.id, Pangandaran -Kemunculan binatang buas yaitu empat ekor macan tutul sontak bikin geger warga masyarakat di dekat kaki gunung Cisuru blok Petapan Dusun Cilembu, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kepala Resort BKSDA Pangandaran Uking Iskandar mengatakan, bahwa kemunculan empat ekor macan tutul di blok Petapan Dusun Cilembu, Desa Cigugur sempat membuat geger warga sekitar.
“Setelah itu warga sekitar langsung melaporkan kepada kami, selanjutnya BKSDA mengerahkan 4 orang petugas kelokasi munculnya macan tutul yang turun gunung tersebut,”ujarnya kepada dejabar.id. Rabu (06/11/19).
Menurut Uking, ke empat ekor binatang buas itu turun gunung di duga sedang mengasuh anak-anaknya. Pasalnya, dua ekor lainnya terlihat masih bayi.
“Sepertinya, kedua macan tutul yang baru dilahirkan itu sedang di asuh namun biasanya macan yang masih kecil selalu temperamen dan galak bila ada yang mengganggunya,”katanya.
Uking menegaskan, pihaknya
akan berupaya untuk menghalau ke empat macan tersebut untuk masuk kembali ke dalam hutan, menginggat keberadaan binatang buas tersebut tidak jauh dari jalan yang sering di lewati oleh warga Cigugur.
“Bila tidak di halau kedalam hutan, kami khawatir macan-macan itu menyerang warga yang melewati jalan tersebut,”tegasnya.
Menurut dia, apabila ke empat ekor macan tutul tidak mau masuk kembali kedalam hutan, maka kami akan melakukan tindakan tegas dengan cara melumpuhkannya.
“Kami tidak mau ambil resiko kalau macan tutul dewasa menyerang maka akan kami tembak, namun kami berharap macan-macan tersebut bisa di halau dan masuk kembali ke hutan,”harap Uking.
Uking menyampaikan, dilokasi juga petugas menemukan ada bangkai kerangka monyet hitam dan lutung yang di duga jadi korban penyerangan macan tutul.
“Dari hasil patroli petugas BKSDA di kawasan hutan, ditemukan bangkai monyet hitam dan lutung. Diduga kedua binatang itu mati akibat dimangsa oleh macan tutul,”sebutnya.
Sampai saat ini, lanjut Uking, petugas BKSDA masih melakukan patroli meski pun keempat macan tutul itu saat ini sudah kembali ke habitatnya.
“Guna mengantisipasi macan tersebut kembali turun gunung maka petugas kami masih ada yang berjaga-jaga di kawasan hutan,”pungkasnya. (dry)
Leave a Reply