Press ESC to close

Cirebon Power Meraih Penghargaan PROPER Hijau dari KLHK

  • January 9, 2020

Dejabar.id, Cirebon – Konsorsium pembangkit listrik Cirebon Power meraih predikat PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar kepada President Director Cirebon Power Hisahiro Takeuchi disaksikan oleh Wakil Presiden RI, KH Maaruf Amin di Istana Wakil Presiden, Rabu (8/1/2020) kemarin.

Predikat PROPER Hijau diberikan untuk pembangkit unit pertama Cirebon Power berkapasitas 660MW. Pembangkit ini beroperasi sejak 27 Juli 2012 dan merupakan salah satu dari 2 pembangkit yang pertama kali menerapkan teknologi ramah lingkungan super critical (SC) boiler di Indonesia.

PROPER peringkat Hijau sendiri merupakan raihan penilaian kinerja pengelolaan lingkungan suatu perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang baik. Prestasi ini merupakan penghargaan di bidang lingkungan yang pertama di tahun ini setelah memperoleh dia penghargaan lingkungan pada tahun lalu.

President Director Cirebon Power Hisahiro Takeuchi mengatakan, untuk meraih peringkat hijau, PT. Cirebon Electric Power melakukan penurunan beban pencemar air, Total Suspended Solid (TSS), secara signifikan dengan mengkonversi rezim All Volatile Treatment (AVT) menjadi Oxigen Treatment (OT) pada WTP. Hal ini secara linear menurunkan jumlah limbah B3 yang dihasilkan dan meningkatkan konservasi air. 

“Modifikasi ukuran filter pada vibrating screen cukup efektif dalam menyeleksi ukuran batu bara sesuai spesifikasi boiler sehingga menggantikan penggunaan crusher yang kebutuhan energinya cukup besar,” jelasnya.

Cirebon Power merupakan pelopor energi batu bara bersih di Indonesia. Perusahaan patungan tiga negara Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan tersebut berkomitmen terhadap green sustainability. Dalam menjalankannya, Cirebon Power melibatkan masyarakat sekitar pembangkit. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tak hanya tanggung jawab sosial, namun upaya untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar.

“Kami juga berhasil menekan gas rumah kaca selalu di bawah 1.00 kg CO2 eq/KWh yang ditentukan sebagai nilai optimal dalam industri pembangkitan listrik,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Cirebon Power secara rutin menjalankan tiga program lingkungan yang dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar pembangkit, yaitu bank bibit dan penanaman mangrove.

Cirebon Power juga membangun Taman Terbuka Hijau, baru-baru ini. Penanaman dan pemeliharaan mangrove secara berkala memberikan dampak lingkungan yang cukup baik yang dilihat dari indeks diversitas yang naik setiap tahunnya. Hingga tahun 2019, penanaman mangrove setidaknya dilakukan di areal seluas 13,5 hektar.

“Kegiatan ini selain berhasil mengkonservasi energi juga menurunkan emisi Gas Rumah Kaca dalam rangka menangkis dampak perubahan iklim,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *