DEJABAR.ID, PANGANDARAN –
Sebentar lagi masyarakat dan para pengolah ikan asin di Kabupaten Pangandaran sudah dapat menggunakan garam hasil produksi warga Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pasalnya, garam tersebut sudah berhasil melakukan percobaan dalam memproduksi garam beryodium dan siap konsumsi.
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (SDM KKP) Sjarief Widjaja menyebutkan garam yang dihasilkan oleh petani Legokjawa sudah layak untuk dikonsumi.
“Kadar natrium klorida (NaCl) mencapai 95.2 persen dan yodiumnya mencapai 36 persen. Ini sudah bisa dijadikan bumbu masak,” ujarnya.
Selain itu, sambung Sjarief, bahwa kualitas garam yang dihasilkan sangat bersih. Sebab, tidak bercampur dengan lumpur.
“Karena, mereka memakai sistem tunnel (terowongan), berbeda dengan garam yang dihasilkan dari tambak, harus melewati proses cuci lagi,” terangnya.
Sjarief menyarankan kepada pihak Desa Legokjawa untuk mengemas garam tersebut menjadi sebuah produk berkualitas dan bernilai ekonomis.
“Di Pangandaran ini banyak sekali Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan itu bisa dijadikan pangsa pasar. Syukur-syukur kalau bisa dikirim ke daerah lain,” papar Sjarief.
“Bagi warga yang tinggal di dekat pesisir laut bisa didorong ke komoditas lain, salah satunya memproduksi garam,” tambahnya.
Sjarief mengungkapkan, para petani di Legokjawa sudah bisa menghasilkan 250 kilogram garam dalam kurun waktu hanya dua minggu saja.
“Kalau dikalikan Rp2.500 per kilonya, maka dalam satu tahun bisa balik modal,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal Mohammad Mukhlisin juga menyampaikan, kualitas air laut di pantai selatan lebih bagus dibanding air laut utara Jawa.
“Maka, kami ingin memproduksi sebanyak-banyaknya garam di pantai selatan khususnya Pangandaran,” singkatnya.
Ditempat terpisah, Kepala Desa Legokjawa Rohman mengaku, produksi garam di tempatnya sudah empat kali panen.
“Kalau cuaca panas, dua minggu sekali kami bisa panen. Sementara, kalau hujan bisa tiga minggu sekali,” tukasnya.(dry)
Leave a Reply