DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Para Pimpinan Pondok Pesantren di Kabupaten Majalengka, sepakat untuk mencegah Pondok Pesantren (Ponpes) dari kepentingan politik praktis. Terutama di tahun politik menjelang Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang.
Sikap itu dideklarasikan di Polres Majalengka, pada momen silaturahmi Kamtibmas, Forum Group Discussion (FGD) yang diprakarsai oleh Polres Majalengka, di Aula Kanya Wasishta, Polres Majalengka, Jumat (14/12/2018).
Selain itu, silaturahmi FGD antar pimpinan pondok pesantren dengan Polres Majalengka juga menyepakati untuk menciptakan situasi pemilu yang aman dan kondusif serta melawan hoax dan juga menangkal aksi terorisme.
Ketua MUI Kabupaten Majalengka KH. Anwar Sulaeman mengatakan, deklarasi tersebut sebagai upaya untuk menempatkan pondok pesantren sesuai dengan tempatnya, sebagai lembaga pendidikan agama yang eksistensinya sudah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Pesantren tetap ajeg berada di tengah sebagai benteng moral masyarakat. Terutama dalam momentum politik, pesantren harus tetap menjadi penyejuk,” ujarnya.
Diharapkan Anwar, pesantren bisa menjadi solusi alternatif dari sekian banyak permasalahan. Meski perbedaan politik di kalangan ulama dan pimpinan pondok pesantren adalah hal yang wajar sebagai hak individu masing-masing.
“Namun, kita bersepakat bahwa para pimpinan pondok pesantren di Majalengka akan menciptakan pemilu 2019 yang sejuk dan damai,” jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Wakapolres Majalengka, Kompol Hidayatullah, bahwa deklarasi ini disampaikan oleh seluruh pimpinan pondok pesantren yang ada di wilayah hukum Polres Majalengka.
Dalam kesempatan tersebut, sapaan akrab Mamang Day ini juga memaparkan langkah pencegahan dan penanganan terorisme dan radikalisme agar tidak marak dan tidak menjamur serta melawan hoax.
“FGD ini juga merupakan tahap akhir rangkaian pelaksanaan Pilkada 2018 sekaligus tahap awal pelaksanaan pengamanan Pileg dan Pilpres 2019. Dan kami harapkan dari FGD ini bisa menemukan formula untuk menciptakan pemilu yang aman dan kondusif di Majalengka,” ungkapnya.
Sementra itu, pernyataan sikap dari para pimpinan pondok pesantren ini semua sepakat untuk mengawal berlangsungnya pemilu yang aman dan damai.
“Semua sepakat dan mendukung baik Pilpres maupun Pileg harus berjalan aman, damai dan sukses,” tegasnya.(jja)
Leave a Reply