DEJABAR.ID.PANGANDARAN-Seorang anak yang tengah asyik bermain di Pantai Barat Pangandaran tertabrak sepeda motor trail sewaan hingga mengalami luka serius, kemarin, Minggu (16/12/2018).
Insiden tersebut membuat Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Dodo Taryana angkat bicara. Pasalnya, aktivitas wisatawan yang menggunakan sepeda motor trail sewaan kerap masuk ke kawasan bibir pantai dengan kecepatan tinggi.
“Ya memang betul pada hari minggu ada seorang anak yang tertabrak motor trail, dan itu sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di pantai,” ujar Dodo kepada Dejabar.id, Selasa (18/12/2018).
Dodo berharap bahwa kejadian yang kemarin adalah catatan yang terakhir buat kecelakaan dipantai dan tidak ada kejadian berikutnya.
“Kami (Balawista-red) pernah menyampaikan ke Pak Bupati bahwa di pantai itu tidak boleh ada kendaraan roda dua terkecuali kendaraan roda empat penjaga pantai.Karena pantai khusus untuk pejalan kaki dan pengunjung yang melakukan aktivitas berenang,” ungkapnya.
Selain adanya kejadian kecelakaan motor trail itu, Dodo juga akhirnya berterus terang dan geram dengan adanya penumpukan sampah di sekitar Pantai Pangandaran.
“Selama ini yang dijual wisata Pangandaran kan baru pantai sebagai ikonnya, namun selama ini juga sangat tidak terpelihara banyak sampah yang bakal dikeluhkan oleh pengunjung,” tuturnya.
Dodo menduga pengunjung akan enggan datang ke pantai Pangandaran karena merasa kurang nyaman ketika melihat pantainya kotor.
“Kami dari Balawista ingin ada satu lembaga atau institusi yang langsung khusus menangani sampai dipantai, dan sampai saat ini belum ada,” harapnya.
Padahal, lanjut Dodo, antara Dinas LHK dengan Dinas Pariwisata mempunyai satgas sapta pesona dan di LHK juga ada kebersihannya.
“Namun satgas di dua Dinas tersebut kayanya kurang berjalan dengan baik buktinya setiap hari sampah dipantai itu masih ada,” tutupnya.(dry)
Leave a Reply