DEJABAR.ID, BANDUNG-Hingga saat ini Pemerintah Kota Bandung masih terus mencari solusi menyelesaikan masalah sampah.
Selain Gerakan Kang Pisman yang sudah diresmikan kini dilakukan pengolahan sampah organik melalui bio compound.
Wanjat Kastoloni, ahli lingkungan dari Universitas Pendidikan Indonesia mengatakan, cara ini salah satu cara yang mungkin bisa membantu permasalahan sampah di Kota Bandung.
“Pengolahan ini sistemnya tidak mengeluarkan bau dan mengolah sampahnya cuma sehari,” ujarnya saat memberikan pelatihan di Taman Sinergi RW 08, Jalan Kampus III, Kelurahan Babakansari, Kiaracondong, Selasa(18/12/2018).
Wajat juga menjelaskan bahwa bio coumpound bukan hanha menjadi tanaman melainkan dapat mengurai racun di tanah.
“Caranya simpel. Sampah organik akan dicacah dan dicampur dengan geboc cau (batang pohon pisang)”,lanjutnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Salman Fauzi, menyebutkan bahwasanya ada beberapa teknik yang sudah dilakukan seperti biodigester, pengomposan, peyeumisasi dan lain-lain. Semuanya memiliki masing-masing kekurangan dan kelebihan.
“Metode compound inj sederhana. Tidak perlu alat banhak. Dan cocok sekali diterapkan untuj skala rumah tangga dan RW,” tutupnya.(Eca)
Leave a Reply