Press ESC to close

Pelaku Pemasang Baner Penolakan Ibadah Natal di Pangandaran Akhirnya Minta Maaf

  • December 21, 2018

DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Foto baner yang bertuliskan penolakan ibadah bagi umat nasrani di Pangandaran yang sempat viral di media sosial berbuntut panjang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, foto baner  penolakan ibadah tersebut  gaduh hingga kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta dan kota lainnya.
Pada waktu yang bersamaan, Kapolsek Pangandaran didampingi Danramil 1322 bersama Muspika Kecamatan Pangandaran melaksanakan kegiatan rapat koordinasi pengamanan Natal 2018 dan Tahun baru 2019 serta menyikapi isu yang tengah heboh di Medsos.
Dalam sambutannya, Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadhi mengatakan bahwasannya kita berkumpul untuk membahas dalam rangka kegiatan kedepan terkait pembagian tugas dalam menghadapi perayaan natal 2018 dan tahun baru 2019 serta adanya berita tentang kecelakaan motor mini trail.
“Selain itu, terkait viralnya spanduk yang dianggap bahwa di Pangandaran menolak kegiatan perayaan Natal,”ujarnya kepada para tamu undangan di Pos Polantas Polsek Pangandaran. Jum’at (21/12/2018).
Suyadhi menyarankan kepada semua warga pangandaran untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing.
“Saling menghormati teman beda agama untuk merayakan hari besar agamanya, serta saling bantu kalau terima musibah walau beda agama dan mendorong, mari tingkatkan keakraban dengan tidak menjelek jelekan, toleransi tinggi dan saling  menyayangi,”saran Suyadhi.
Terkait baner, Suyadhi membenarkan adanya spanduk yang terpasang dengan tulisan penolakan ibadah Natal di Pangandaran, Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, hanya selang beberapa jam saja baner dicopot lagi.
“Tidak ada intoleransi di Pangandaran, apalagi penolakan ibadah terhadap umat nasrani. Ini hanya mis komunikasi saja,”tambahnya.
Spanduk yang bertuliskan Masyarakat Pangandaran menolak kegiatan perayaan natal ditempat yang bukan gereja, kata Suyadhi tidak salah karena memang dasarnya ada di Surat Keputusan Bersama Menteri Agama.
“Hanya redaksinya saja yang tidak tepat hingga membuat gaduh kemana-mana. Redaksi yang tidak tuntas ini menimbulkan banyak persepsi,”tuturnya.
Suyadhi mengatakan bahwa pelaku pun sudah ditemukan dan diundang untuk dimintai klarifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pangandaran dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pangandaran karena logo kedua institusi turut terpasang.
“Ya, tadi pelaku sudah dapat teguran dan mengakui kesalahannya. Namun besok senin ada pertemuan lagi ditingkat Kabupaten untuk membahas isue ini,”kata Suyadhi.
Suyadhi menghimbau kepada siapapun yang mau membuat himbauan atau penolakan agar membuat redaksi yang santun dan berkoordinasi dengan pihak terkait terlebih dahulu.
Ditempat yang sama,  Sekertaris Daerah Kabupaten Pangandaran Mahmud menegaskan bahwa tidak akan ada misa natal di Pangandaran.
“Tahun-tahun kemarin memang ada dan mendapat izin juga. Tadi saya dapat informasi bahwa umat nasrani yang ada di Pangandaran akan melakukan misa di Kota Banjar,”sebutnya.
Mahmud mengimbau, kepada seluruh warga masyarakat pangandaran untuk menjaga kondusifitas libur natal dan tahun baru.
“Pemerintah Daerah juga akan kembali melakukan pembahasan supaya tidak terjadi hal-hal yang mudharat,”tutupnya. (dry) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *