Press ESC to close

Inflasi di Kota Cirebon Alami Kenaikan di Tahun 2018

  • January 4, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON-Pada Desember 2018, Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,58% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,98. Hal tersebut menempatkan Kota Cirebon di posisi ke 4 dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Kota Cirebon Joni Kasmuri, tingkat inflasi di Kota Cirebon tahun kalender Desember 2018 dan tingkat inflasi tahun ke tahun di bulan Desember 2018 terhadap Desember 2017, masing-masing sebesar 2,80% dan 2,80%.
Sedangkan pada periode yang sama, lanjutnya, di bulan Desember 2017 terjadi inflasi sebesar 0,56%. Tingkat inflasi tahun kalender di bulan Desember 2017 dan tingkat inflasi tahun ke tahun di bulan Desember 2017 terhadap Desember 2016, masing-masing sebesar 4,36% dan 4,36%.
“Angka ini menunjukkan bahwa inflasi di Kota Cirebon mengalami kenaikan di tahun 2018 dibandingkan tahun 2017,” jelasnya, Jumat (4/1/2019).
Kasmuri melanjutkan, inflasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Setidaknya, terdapat empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan tiga kelompok mengalami deflasi di Kota Cirebon.
Dia menjelaskan, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,34%. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,01%. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,49%. Kelompok sandang mengalami deflasi 0,73%. Kelompok kesehatan mengalami deflasi 0,42%. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami inflasi 0,02%. Dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,05%.
“Kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah bahan makanan sebesar 0,5062%. Dan sub kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah telur, susu, dan hasil-hasilnya yaitu sebesar 0,2031%,” jelasnya, Jumat (4/1/2019).
Kasmuri menambahkan, dari hasil pemantauan harga barang dan jasa selama Desember 2018, tercatat beberapa komoditas mengalami kenaikan atau penurunan harga, dan memberikan andil inflasi atau deflasi. Diantaranya adalah telur, daging ayam, beras, jeruk, apel, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, makanan ringan, dan emas perhiasan.
“Yang memberikan andil terbesar adalah telur, yakni sebesar 0,1824%,” pungkasnya.(Jfr)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *