DEJABAR.ID, CIREBON-Sebagai tindak lanjut dari program dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon, yakni menjadikan Kota Cirebon menjadi bersih dari sampah, maka Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon berencana akan merelokasi sejumlah TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di Kota Cirebon.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, Abdullah Syukur, relokasi tersebut karena sudah banyaknya perubahan yang terjadi di sekitar TPS, seperti menjadi pemukiman dan tempat usaha. Sehingga, perlu adanya relokasi dan perubahan mekanisme pengangkutan sampah.
“TPS yang ada di Kota Cirebon ini masih berpegang pada peraturan penataan tahun 1996. Tentunya pada waktu itu masih belum banyak pemukiman seperti sekarang,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id saat peninjauan di TPS Bima Kota Cirebon, Senin (7/1/2019).
Syukur menjelaskan, dari 21 TPS yang ada di Kota Cirebon, terdapat 9 TPS yang rawan dan bermasalah. Karena itu, banyak warga yang mengeluh soal TPS tersebut, seperti sampah yang menumpuk, menimbulkan bau, dan lain-lain.
Bahkan di TPS Bima sendiri, lanjutnya, tempatnya berdampingan dengan gedung Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon. Hal tersebut tentunya sangat kontradiktif, di mana fakultas kedokteran haruslah membutuhkan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Perlahan-lahan akan kami tangani terkait relokasi TPS ini,” jelasnya.
Syukur menambahkan, selain relokasi TPS, juga akan diadakan TPS Mobile, seperti yang ada di TPS Kesambi. TPS Mobile tersebut nantinya petugas pengangkut sampah mendatangi rumah-rumah warga. Sehingga, sampah tidak ada yang menumpuk di TPS.
“Kita akan simulasikan dulu TPS Mobile tersebut untuk 4 RW di Kesambi. Kita lihat perkembangannya bagaimana,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply