Press ESC to close

Menolak Dijodohkan, Gadis Manis Ini Menghilang Sampai Tiga Bulan

  • February 22, 2019

DEJABAR.ID, TASIKMALAYA-Tiga bulan lebih Hilda Fauziah (18) warga Kampung Cijambu, Cikawung Pancatengah, Kabupaten Tasik meninggalkan rumah. Usut punya usut, dia meninggalkan rumah karena menolak dijodohkan dengan pria pilihan orangtuanya.
Minggu, 4 November 2018, tepatnya ia meninggalkan rumah. Ailah (42), orang tua Hilda mengatakan, anaknya pergi tanpa membawa bekal. “Saya ingat, Hilda meninggalkan rumah hari Minggu 4 November tahun lalu. Udah tiga bulan dia enggak ada kabar, bahkan kontak keluarga dan teman-temanya juga diblokir sama dia,” ungkap Ailah.
Lanjut ia, anaknya itu pergi meninggalkan rumah dua minggu jelang hari pernikahannya. Ailah mengaku akan menikahkan Hilda dengan pemuda di desanya. Umurnya tiga tahun lebih tua dari Hilda. “Tapi dia lagi punya pacar dan akhirnya pergi dari rumah, dan pernikahannya pun batal,” tambahnya.
Pada awalnya, keluarga menduga Hilda pergi bersama pacarnya itu. Ia disebut bertemu dengan pemuda itu di sebuah Ponpes saat ikut pengajian.
Namun hal itu dibantah kepolisian. Menurut Kapolsek Pancatengah AKP Jonnaedi, pemuda itu masih berada di salahsatu ponpes.
“Awalnya di tengah masyarakat muncul dugaan penculikan terhadap Hilda. Namun setelah ditelusuri, Hilda meninggalkan rumah diduga akibat menolak dijodohkan oleh kedua orang tuanya,” terangnya.
Jonnaedi menambahkan, Hilda ternyata sudah dijodohkan sejak kecil oleh orangtuanya dengan pemuda bernama Iyep (21), yang saat ini merupakan pegawai di Kantor Desa Cikawung.
“Anak ini tidak tahu. Baru diberi tahu beberapa bulan sebelum hari H,” katanya.
Setelah kepergian Hilda, polisi mengumpulkan dua keluarga serta tokoh masyarakat untuk membahas pernikahan yang akhirnya gagal digelar.
“Keluarga Iyep yang awalnya mau dijodohkan dengan Hilda sudah ikhlas dan enggak akan menuntut apa-apa pada keluarga Hilda,” kata Jonnaedi.
Bahkan, lanjutnya, Iyep yang gagal menikahi Hilda, kini sudah menikah dengan gadis lain. “Iyep sekarang sudah menikah,” katanya.
Menurut Jonnaedi selama tiga bulan ini, pihaknya telah berusaha mencari Hilda. “Kita sudah lakukan cek pos melalui hpnya, ke temen temannya juga. Pokoknya setiap ada informasi baru, kita telusuri,” tandasnya.
Sementara itu, Ailah berharap anak pertamanya itu segera pulang ke rumah. Ailah mengaku sangat khawatir, terlebih saat pergi Hilda tidak membawa bekal sama sekali.(Ian)
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *