DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah mengetahui adanya warga Pangandaran yang menderita kanker payudara. Hal tersebut dikatakan oleh Sani salah satu Tim Jabar Quick Respon Provinsi Jabar.
Dari informasi yang dihimpun, Pihak Tim Jabar Quick Respon (JQR) Provinsi Jawa Barat kembali mendatangi Anis Suhanah penderita kanker warga Kampung Dusun Babakanjaya Rt 20/07, Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Sani mengatakan bahwa kasus Anis penderita kanker sudah diketahui oleh Gubernur Jawa Barat dan JQR sudah dua hari datang ke Pangandaran serta berkoordinasi dengan pemerintahan setempat termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial serta Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“Kami (JQR-red) sengaja datang ke pangandaran untuk menangani kasus Anis,” ujar Sani kepada Dejabar.id saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (05/03/2019).
Selain itu, Sani menegaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak Puskesmas Padaherang jangan sampai kasus ini menjadi opini yang tidak benar. Karena pemerintah daerah jelas-jelas sudah membantu dan akan membantu kelanjutan penanganan Anis.
“JQR meminta kepada si penderita (Anis-red) kanker untuk tidak membuka donasi apapun selain resmi dari lembaga yang sudah bekerja sama dengan JQR,” larangnya.
Sani pun mengatakan, bahwa Dinas Kesehatan sudah siap membantu secara medis dan pengobatan Anis.
“Dan untuk kebutuhan Anis pun sedang diupayakan bantuan melalui BAZNAS, Puskesmas,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya. Anis Suhanah warga Kampung Dusun Babakanjaya Rt 20/07 Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menderita kanker payudara.
Informasi yang diterima dejabar.id, Anis sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dengan dibantu oleh tim Jabar Quik Respon (JQR) selama 2 bulan dan pulang pada Bulan Februari 2019 lalu.
Saat ditemui dikediamannya, Anis mengaku dirinya mulai merasakan sakit dibagian payudara sebelah kiri pada bulan Februari 2018 silam dan lama-kelamaan ada benjolan sebesar kelereng.
“Karena ketidaktahuan saya, rasa sakit dan benjolan itu tidak pernah saya periksa kedokter, hingga akhirnya benjolan tersebut dalam kurun waktu 6 bulan, tepatnya bulan Juli 2018 benjolan tersebut membesar hingga akhirnya pecah,” ujarnya kepada dejabar.id sambil menangis terbata-bata, Senin (04/03/2019).(dry)
Leave a Reply