DEJABAR.ID, BANDUNG- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil mengatakan, saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sedang berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial untuk lansia. Itu diungkapkan Atalia saat menjadi Keynote Speaker Launching ‘Jabar Ramah Lansia’ diAula Kampus IV UNPAS Setiabudi, Kamis (14/03/19).
“Sebetulnya terkait dengan Jabar Ramah Lansia itu sekarang sedang digodog luar biasa oleh Bapak Gubernur. Semenjak beliau menjadi Walikota, ini sudah didorong sedemikian rupa sehingga ada bidang tersendiri di Kota Bandung,”ujarnya.
Menurutnya, bagi lansia yang masih potensial, ada upaya peningkatan kesejahteraan sosial yang dapat dilakukan meliputi pelayanan keagamaan dan mental spiritual, pelayanan kesehatan, pelayanan kesempatan kerja.
Kemudian pelayanan pendidikan dan pelatihan, pelayanan untuk mendapatkan kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum, pemberian kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum serta bantuan sosial.
“Tentunya ini bisa menjdi pilot project di Provinsi Jawa Barat termasuk bagaimana lansia benar-benar bahagia, mereka nyaman, dan mereka bisa berkarya juga mengaktualisasikan diri,” lanjutnya.
Saat ini lansia di Jawa Barat masih banyak yang tergolong produktif. Presentase angka harapan hidup lansia pun meningkat dari 7% menjadi hampir 10%.
Berdasarkan data dari BPS, jumlah penduduk Lansia di Jabar tahun 2017 sebesar 4,16 juta jiwa atau 8,67% dari total jumlah penduduk. Indeks pembangunan manusia sampai tahun 2017 berada di angka 70,69. Sementara angka harapan hidup laki-laki 70,58 dan perempuan 74,42.
Atalia menambahkan, beberapa inovasi program lansia di Jawa Barat yang sudah berjalan diantaranya, Jabar Nyaah Ka Kolot, Klinik Geriatri di RS Al-Ihsan Jawa Barat, dan Puskesmas Santun Lansia.
Di Indonesia, jumlah lansia perempuan 53,76% lebih banyak dari jumlah lansia laki-laki, yaitu 46,24%. Berdasarkan data hasil Survey Pengalaman Hidup Nasional Perempuan (SPHNP tahun 2016), diketahui bahwa usia 50-64 tahun mengalami berbagai kekerasan, seperti kekerasan ekonomi 17,25% , kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangan 11,18%, kekerasan yang dilakukan selain pasangan 4,92%, dan kekerasan seksual 24,43%.
“Dengan meningkatnya jumlah lansia perempuan tentu akan banyak juga masyarakat yang cenderung mendiskreditkan bahkan mendiskriminasi tapi kita akan terus dorong dan kembangkan upaya-upaya ini akan tidak terjadi,” tutupnya.(Eca)
Leave a Reply