DEJABAR.ID, CIREBON – Semakin ke sini, penjual barang antik semakin lama semakin berkurang dan lesu. Untuk di Kota Cirebon sendiri, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, penjual barang antik yang awalnya berjumlah 8 orang, kini hanya tinggal 3 orang saja.
Hal tersebut diungkapkan oleh Agus Rahmat (48) selaku pemilik toko barang antik Cheribon Vintage saat ditemui dejabar.id di tokonya di Jalan Kutagara Kota Cirebon, Jumat (15/3/2019).
“Dari yang awalnya 8 orang, kini tinggal 3 orang saja yang tersisa,” jelasnya.
Agus mengakui, berkurangnya para penjual barang antik di Kota Cirebon, karena mereka dengan mudahnya menjual barang-barang antik ke pembeli, namun sangat susah ketika mendapatkan barang antik lainnya untuk menambah stok di tokonya. Bahkan, mereka menjual barangnya jauh di bawah harga ketika membelinya. Sehingga, banyak yang gulung tikar atau beralih profesi.
Menurut Agus, para penjual barang antik di Kota Cirebon ini berbeda dengan yang ada di kota-kota lain seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan lain-lain. Di kota-kota tersebut sudah mempunyai wadahnya masing-masing dan cukup banyak penjual dan kolektornya.
Untuk Cirebon sendiri, lanjut Agus, mayoritas cenderung mengoleksi benda-benda mistis, seperti batu akik, keris, dan lain-lain. Namun bagi dia, apa yang dikoleksinya bukanlah hal-hal berbau mistis.
“Kalau di sini musiman, seperti batu akik, bisnis kafe, atau lainnya, yang cuma ramai di masanya saja,” tuturnya.
Untuk itu, lanjutnya, Agus berharap agar ada suatu tempat di Kota Cirebon, yang bisa menampung para penjual dan pembeli barang-barang antik. Sebab, hal tersebut bisa menjadi wadah bagi para kolektor barang antik, agar bisa menyalurkan hobinya, sekaligus mendulang rezeki.
“Minimal kita diberi tempat atau wadah bagi penjual barang-barang antik, agar nantinya Cirebon mempunyai koleksi barang-barang antik yang unik dan khas,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply