Press ESC to close

Indahnya Wisata Kota Tua Peninggalan Belanda di Kota Cirebon

  • April 8, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Jika berbicara tentang kota tua, pastinya akan langsung teringat pada kawasan kota tua yang ada di Jakarta, Semarang, Bandung, Yogyakarta, dan sebagainya. Namun siapa sangka, jika Kota Cirebon juga memiliki kota tua, yakni kawasan di mana banyak terdapat bangunan tua peninggalan Belanda.
Kota Cirebon merupakan salah satu kota bersejarah di Jawa Barat. Hal tersebut dikarenakan banyak ditemukan bangunan-bangunan bersejarah, baik itu dari masa kesultanan Cirebon, hingga masa pemerintahan kolonial Belanda. Karena memiliki nilai historis dan mempunyai peran penting perkembangan Islam pada masa lalu, kota ini kerap mendapat julukan Kota Wali, karena merupakan tempat berkumpulnya para wali dalam menyebarkan agama Islam.
Selain dijadikan sebagai pusat penyebaran agama Islam, kota ini juga sempat menjadi wilayah karesidenan pada masa Belanda. Hal tersebut dibuktikan dengan dibangunnya gedung karesidenan di wilayah Krucuk, yang kini menjadi Gedung Negara atau Bakorwil.
Menurut sejarawan Cirebon, Raffan S Hasyim, pada masa Belanda, Kota Cirebon dulunya bernama Cheribon. Karena kota ini terletak di tepi laut, maka kota ini menjelma menjadi kawasan pelabuhan yang ramai dan dibangun gedung-gedung penting. Sebut saja seperti Javasche Bank atau yang sekarang menjadi Gedung Bank Indonesia, Gedung British American Tobacco (BAT), Gedung Kantor Pos, Gedung Cipta Niaga, Gedung Kerta Niaga, Gedung Bank Mandiri, Gereja Kristen Pasundan, Gereja Santo Yusuf, Kantor KPU Kota Cirebon, Kantor BP2T, serta sekolah yang diperuntukkan oleh warga keturunan Eropa dan priyayi, yang kini menjadi gedung SMP Negeri 14, SMP Negeri 16, dan SMP Negeri 15.
Selain itu, di kawasan pelabuhan juga didirikan gudang-gudang untuk penyimpanan barang-barang dan bahan pokok, Gedung PT Yala Githa Tama, dan Gudang PT Varuna Tirta Prakasya. Kawasan tersebut dilalui oleh jalan pos Daendels yang membentang dari Anyer hingga Panarukan.
Gedung-gedung peninggalan Belanda tersebut membentang dari kawasan Cangkol, Kebumen, BAT, Jalan Benteng, dan Pelabuhan Cirebon. Raffan mengakui, kawasan tersebut kini menjadi wisata kota tuanya Cirebon, karena ditemukan banyak bangunan bersejarah peninggalan Belanda. Sehingga, banyak dilakukan oleh masyarakat untuk berfoto maupun menikmati wisata sejarah
“Sebenarnya kawasan itu menjadi wisata kota tuanya Cirebon. Di sana banyak bangunan kuno bergaya kolonial Belanda dan saksi kedatangan Belanda di Cirebon,” jelasnya, Minggu (7/4/2019).
Bangunan-bangunan di kawasan kota tua Cirebon tersebut, masih kokoh berdiri hingga sekarang. Kini, bangunan-bangunan tersebut masuk dalam Bangunan Cagar Budaya (BCB), sesuai dengan surat keputusan walikota tahun 2001. Hal tersebut merupakan upaya dari pelestarian bangunan bersejarah tersebut.
“Sekarang di antara bangunan tersebut ada yang masih berfungsi hingga sekarang, ada yang sudah tidak,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *