DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Bupati Majalengka, Karna Sobahi, menyesalkan proyek pembangunan Gedung Puskesmas Kertajati yang makrak, karena pihak pelaksananya kabur.
“Kami harapkan kedepan tidak boleh ada lagi bangunan yang terbengkalai atau pengerjaan bangunan yang asal-asalan sperti ini,” kata Bupati, Senin (8/4/2019).
Bupati Karna meminta kepada para kepala OPD, para camat dan kepala desa yang ada di wilayahnya, harus berupaya melakukan pengawasan terhadap seluruh pembangunan yang tengah dikerjakan.
Menurut sumber di LPBJ Majalengka, dikatakan bupati, bahwa pembangunan Gedung Puskesmas Kertajati, di Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, dengan nilai anggaran Rp1.671.185.000, tersebut dilaksanakan oleh CV. Putra Nurhasanah pada pertengahan Tahun 2018 lalu.
Hingga kini, pembangunn tersebut diduga terbengkalai, padahal kata dia, berdasarkan kontrak yang tertera dalam nomor SPK : 640/4154/Farsarkes, pembangunan harus selesai pada Desember 2018 lalu.
Disampaikan Bupati Karna, pembangunan tersebut anggarannya cukup besar mencapai Rp2,5 Milyaran, namun kini pengerjaanya baru sekitar 53 persenan saja.
“Saya dapat laporan pengusahanya tidak bertanggungjawab, dia entah kabur ke mana. Kedepan saya minta awasi, saya tidak ingin mengulangi lagi ada pembangun proyek yang asal saja. Sebab yang rugi siapa, rakyat dan APBD,” sesalnya.
Sementra itu, berdasarkan pantau dilapangan, bangunan tersebut kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan, selain bangunannya sudah tua dan saat ini juga nyaris ambruk.(jja)
Bupati Majalengka Kecewa Pembangunan Gedung Puskesmas Kertajati Mangkrak
Previous Post
Leave a Reply