DEJABAR.ID, CIREBON – Menjelang datangnya Arus Mudik dan Balik Lebaran 2019, PT Kereta Api Daop 3 Cirebon menitikberatkan pelaksanaan angkutan Lebaran terletak pada faktor keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api. PT KAI pun menetapkan masa angkutan Lebaran 2019 selama 22 hari, yakni mulai tanggal 26 Mei 2019 (H-10) sampai dengan 16 Juni 2019 (H+10).
Menurut Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi, dari aspek sarana pada masa angkutan Lebaran 2019, PT KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan 16 unit lokomotif dan armada kereta yang disiapkan berjumlah 97 unit serta 1 unit crane.
Sedangkan dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya KAI menyiagakan alat material untuk siaga (Amus) di daerah-daerah yang rawan bencana alam, seperti pada petak Jatibarang-Telagasari, Cipunegara-Haurgeulis dan Sindanglaut-Ciledug.
“Kami juga menambahkan personil Petugas Daerah Rawan (PDR) yang bersiaga di daerah-daerah rawan bencana tersebut, demi mencegah terjadinya gangguan perjalanan kereta api,” jelasnya, Kamis (16/5/2019).
Tamsil melanjutkan, untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama penumpang melakukan perjalanan, PT KAI juga menyiapkan petugas pengamanan, di antaranya Polsuska dan satpam dari internal yang diperkuat oleh pengamanan dari TNI/ Polri. Tambahan petugas ini disiagakan dengan rincian 46 personil PPJ Ekstra (petugas penilik jalan), 166 personil PJL Ekstra (petugas jaga lintasan), 12 personil posko daerah rawan, dan 96 personil pengamanan eksternal.
Untuk itu, Tamsil menegaskan bahwa PT KAI Daerah Operasi 3 Cirebon akan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung pelaksanaan angkutan Lebaran 2019 menjadi super sukses, sesuai dengan apa yang dicanangkan oleh Dirut PT KAI.
“Karena itu, kita menargetkan masa angkutan lebaran 2019 ini zero accident, menjaga keamanan, serta memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi para penumpang kereta api,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply