DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena langsung mengeluarkan press rilis terkait gempa berkekuatan 5,7 SR yang berpusat di Cilacap. Minggu (09/06/2019) pukul 16.32 WIB.
“Sebagaimana kita ketahui BMKG mengeluarkan rilis Gempa berkekuatan M=5,7 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,68 LS dan 108,82 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km arah selatan Kota Cilacap, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah pada kedalaman 64 km,” ujar dalam rilisannya.
Nana menegaskan, guncangan gempa Cilacap yang dirasakan oleh warga Kabupaten Pangandaran itu tidak berpotensi tsunami.
“Kami langsung melakukan koordinasi dengan Relawan Penanggulangan Bencana, penggiat wisata, TNI, POLRI dan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut kami sampaikan bahwa kondisi wilayah Kabupaten Pangandaran pada umumnya kondisi kegiatan sosial, ekonomi,dan lain-lain berjalan lancar, seluruh objek wisata tidak ada masalah,” tegasnya.
Kemudian, Nana mengimbau kepada warga masyarakat dan wisatawan supaya tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasa dan tidak usah khawatir.
“Bagi yang sudah mempunyai jadwal tujuan wisata ke Pangandaran, jangan sampai menunda apalagi sampai membatalkan rencana wisata. Karena pantai Pangandaran sangat aman dikunjungi,” pungkasnya.(dry)
Leave a Reply