DEJABAR.ID, BANDUNG – Hingga kini Pemprov Jabar masih mendorong upaya perampungan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).
Namun saat ini yang menjadi prioritas utama adalah pembagian per wilayah yang dimasukkan dalam berbagi seksi.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan penyelesaian jalan tol tidak mudah. Mengingat ada beberapa faktor yang harus benar-benar diperhatikan.
“Ini tol sepanjang 60 km yang dimana sebagian masih terhambat di pembebasan lahan,” ujarnya saat ditemui usai rapat Tol Cisumdawu di Gedung Sate, Rabu (19/6/2019).
Iwa Karniwa mengatakan persoalan pertama ada dimasalah pembebasan lahan. Saat ini Seksi 1 terbagi atas wilayah Cileunyi-Rancakalong. Wilayah ini merupakan pintu masuk awal tol yang menjadi gardu utama.
“Informasi saat ini seksi 1 sudah 70% rampungnya,” lanjutnya.
Sementara pembangunan seksi II terdiri dari wilayah Rancakalong-Sumedang. Wilayah yang memiliki panjang 17,35 Kilometer ini sudah diatas 90% dan konstruksinya sudah lebih dari 70%.
Seksi III terdiri daerah Sumedang-Cimalaka dan pembebasan lahan sudah mencapai hampir 100% dan kontruksi sudah lebih dari 60%.
Untuk Seksi V dan VI rencananya akan dirapatkan di hari Jumat. “Jumat besok nanti kita koordinasikan lagi masalah seksi V dan VI yah semoga aja berjalan lancar karena target kita Desember 2020 bisa rampung,” tutupnya.(Eca)
Leave a Reply