Press ESC to close

Wacana Pemindahan Ibukota Kabupaten Subang Keluar dari Visi Subang Jawara

  • June 26, 2019

DEJABAR.ID, SUBANG – Wacana pemindahan ibukota kabupaten Subang dari kecamatan Subang ke kecamatan Purwadadi dinilai ngawur dan tidak berdasar. Tidak ada alasan yang mendesak untuk segera melakukan pemindahan ibukota kabupaten dalam waktu dekat.

Maman Suyatna, seorang pemerhati pembangunan daerah, menyatakan dengan tegas menolak wacana pemindahan ibukota kabupaten dengan beragam argumentasi.
“Saya sebagai orang Subang yang mencintai Subang, dengan munculnya wacana pemindahan Kantor Pemerintahan kabupaten ke kecamatan Purwadadi, Dawuan atau Cikaum, untuk saat ini menurut saya belum saatnya,” kata Maman, melalui pesan singkat, Rabu (26/06/2019).

Maman mengemukakan sejumlah alasan. Pertama, lokasi ibukota kabupaten di kecamatan Subang sudah strategis. Dia berada di tengah wilayah sehingga terjangkau oleh kecamatan lain yang berada di perbatasan Kabupaten.

“Alasan kedua, lokasi kantor dinas intansi saat ini walaupun tidak dalam satu komplek, tapi untuk kordinasi masih cukup terjangkau. Terlebih akses jalan penghubung masih lancar atau belum macet seperti di kota kota besar dan saat ini sudah didukung sistem informasi digital. Kalau kondisinya seperti ibukota Jakarta, baru pantas pindah,” papar Maman.

Alasan berikutnya, pembangunan gedung pemerintahan yang baru tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Biaya tersebut lebih baik dipergunakan untuk membangun infrastruktur dan ekonomi masyarakat dan lingkungan yang berada di daerah pinggiran daripada pindah ibukota.

Maman menegaskan, sekali kali Pemkab Subang jangan lupakan sejarah Subangnya sendiri.

Sementara itu, Ridwan Hartiwan selaku pegiat media massa menyayangkan Bupati Subang Ruhimat yang melontarkan isu yang tidak penting. Menurutnya pemindahan ibukota tidak perlu dilakukan dan tidak sejalan dengan visi Subang Jawara.

“Apa korelasinya pemindahan ibukota dengan visi Subang jawara? Padahal tuntaskan saja dulu visi misi, tunaikan saja dulu janji janji politik kepada masyarakat. Bayar saja dulu utang Jamkesda. Jangan aneh aneh deh,” kata Ridwan.

Bagi Ridwan, perbincangan soal pemindahan ibukota kabupaten sudahi saja karena kalau semakin ramai maka akan meresahkan sebagian masyarakat.
“Pelayanan terganggu, anggaran pembangunan infranstruktur tersendat, dan masih banyak dampak lain. Jadi, bupati tolong hentikan isu ini,” pungkasnya.(Ahy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *