DEJABAR.ID, SUBANG – Kekeringan diwilayah Pantura Subang semakin meluas. Sumur warga baik sumur Bor maupun Jetpam sudah sulit mengeluarkan air hingga warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan mandi,cuci maupun minum.
Camat Pabuaran Dikdik Solihin mengatakan, saat ini krisis air mulai dirasakan oleh warga Pabuaran Subang khususnya di dua desa yakni desa Kedawung dan Salamjaya
“Warga di dua desa tersebut memang saat ini mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan mandi,cuci maupun minum” ujar Camat
Untuk mengatasi kesulitan air bersih, kami sudah meminta bantuan kepada BPBD Subang untuk membantu menyuplai air bersih untuk dua desa tersebut
“Pihak BPBD sudah turun membantu, begitu juga dari Polres Subang juga sudah membantu mengirim air bersih untuk membantu warga di dua desa khusunya yang saat ini mengalami krisis air bersih akibat kekeringan”katanya
Sementara Kepala Desa Salamjaya, Ujang Sucipto mengatakan, krisis air bersih didesanya terjadi di Dusun Guhanaya dan Dusun Sadang,
“Ada sekitar 270 kepala keluarga yang mengalami kekurangan air bersih di dua dusun yakni Guhanaya dan Sadang,” kata Kepala Desa Salamjaya, Ujang Sucipto
Ujang mengungkapkan, sejak musim kemarau, warga sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur warga mulai kering. Demikian halnya sungai yang ada di wilayah itu mengalami kekeringan. “Mereka yang punya uang, beli galon untuk kebutuhan MCK,” ungkapnya
Alhamdulillah berkat bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, warga bisa mendapatkan air bersih walaupun tidak setiap hari
“BPBD sudah mulai membantu warga kami yang mengalami krisis air bersih dengan mendistribusikan air bersih kepada warga”ucapnya
Dari pantauan, pengiriman dilakukan dari siang hingga malam hari. Warga di dua Dusun tersebut langsung berebut air bersih dengan ember dan alat lainnya. (Ahy)
Leave a Reply