DEJABAR.ID, CIREBON – Menjelang Hari Raya Idul Adha, ribuan masyarakat Indonesia berbondong-bondong pergi ke tanah suci Mekah di Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji. Mayoritas yang berangkat ke tanah suci adalah mereka yang sudah berusia paruh baya. Namun di Kota Cirebon sendiri, ada satu-satunya remaja yang berangkat haji, dan menjadi yang termuda.
Adalah Nurul Yaqin, remaja berusia 18 tahun ini menjadi calon jemaah haji yang termuda dari Kota Cirebon. Yaqin berangkat haji bersama kedua orang tuanya, beserta saudaranya dengan jumlah 7 orang. Mereka berangkat ke tanah suci pada tanggal 29 Juli 2019 di kloter (kelompok terbang) 74.
Anak sulung dari 4 bersaudara ini menceritakan, keberangkatannya ke tanah suci merupakan ajakan dari sang ayah, yang memang menginginkan anaknya untuk ikut ibadah haji. Kebetulan, Yaqin juga sudah pernah ikut ibadah Umroh bersama keluarganya pada tahun 2016. Sehingga, dirinya tidak terlalu kaget dengan ibadah haji yang pertama kali dilakukan ini, meskipun dia tidak pernah ikut manasik haji.
“Sebelumnya udah pernah Umroh. Jadi udah tidak kaget,” jelasnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Samadikun RT 1 RW 10 Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungku Kota Cirebon, Senin (8/7/2019).
Yaqin yang terdaftar sebagai mahasiswa semester 3 jurusan Syariah di STAI Imam Syafi’i Cianjur ini, merasa senang bisa berangkat haji di usia muda. Karena umumnya, anak-anak seusianya belum ada yang pernah berangkat haji.
“Rasanya senang menjadi tamu Allah di usia muda. Saya berharap bisa menjadi anak yang berbakti kepada umat,” jelas putra sulung dari pasangan Imam Nurholis dan Azizah ini.
Sedangkan menurut sang ayah, Imam Nurholis, dirinya sudah memang ingin memberangkatkan semua anaknya untuk ibadah haji di Mekah. Namun, karena biayanya yang tidak sedikit, jadi baru memberangkatkan Yaqin saja. Karena untuk persiapan haji Nurul Yaqin saja, dirinya menabung sejak tahun 2009 silam.
“Karena biaya haji tidak sedikit. Sedangkan penghasilan saya tidak menentu. Tapi kalau ada niat Insya Allah akan terwujud,” tuturnya.
Imam melanjutkan, pendidikan agama yang kuat yang dipelajari oleh Yaqin sejak SD hingga SMA, membuat putra sulungnya tersebut mantap menjalankan rukun Islam yang kelima tersebut. Apalagi, sang anak mengikuti apa saja kemauan orang tua.
Imam berharap, Yaqin bisa menjadi anak yang bisa memberikan ilmu untuk umat, mengajarkan solat, dan kebaikan lainnya yang bukan hanya untuk agama saja.
“Saya mau anak berbakti kepada umat. Nanti masalah dunia akan balik lagi,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply