DEJABAR.ID, CIREBON – Patih Sultan Kanoman era Sultan Anom XI Pangeran Raja Adipati Muhammad Jalalludin, yakni Pangeran Raja H. Muhammad Imamudin bin Sultan Kanoman X Sultan Raja H. Muhammad Nurus Samawat, telah meninggal dunia pada Jumat (19/8/2019) kemarin sekitar pukul 16.35 WIB di Rumah Sakit Pertamina. Almarhum meninggal di usinya yang ke 72 tahun karena penyakit.
Sesuai dengan ketentuan dan ajaran Agama Islam, serta adat yang ada di Keraton Kanoman, jenazah dimandikan keesokan harinya, yakni hari ini di Langgar Alit Keraton Kanoman. Lalu, jenazah dikafani, kemudian disolatkan oleh pelayat-pelayat yang datang di Bangsal Jinem.
Setelah itu, jenazah pun diantarkan oleh ribuan pelayat dari sanak famili keraton, Abdi Dalem, serta masyarakat Cirebon dan sekitarnya, dari Bangsal Jinem Keraton Kanoman, menuju Pesarean Astana Giri Nur Saptarengga (Gunung Sembung) Kompleks Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, dengan berjalan kaki.
Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina menjelaskan, tradisi mengantarkan jenazah berjalan kaki dari Keraton Kanoman menuju Kompleks Makam Sunan Gunung Jati sejauh hampir 7 km tersebut, sudah turun-temurun dilakukan sejak dulu.
Selama mengantarkan jenazah menuju Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, maka para pelayat dan pemandu keranda mengumandangkan solawat si sepanjang jalan. Karena itulah, dengan berjalan kaki itu, maka jenazah dan para pelayatnya akan mendapatkan berkah.
“Pakem kami mengantarkan jenazah dengan berjalan kaki dari keraton, sehingga kami dan jenazah bisa mendapatkan banyak berkah dari solawat tersebut,” jelasnya, Sabtu (20/7/2019).
Adapun yang mengangkat keranda jenazah tersebut, lanjutnya, adalah berasal dari sanak famili dan Abdi Dalem Keraton Kanoman. Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada para pelayat yang datang dan mengantarkan jenazah almarhum hingga ke peristirahatannya yang terakhir.
“Kami mewakili keluarga keraton mohon maaf atas kekhilafan almarhum. Semoga kami bisa tetap tabah dan menghadapi cobaan,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply