DEJABAR.ID, BANDUNG – Lebih dari seminggu uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Sukajadi, Cipaganti, Setiabudi dan Cihampelas sudah dilakukan. Kendati demikian masih banyak masyarakat Kota Bandung yang kontra dengan kebijakan ini.
Namun menurut pakar, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Jawa Barat, Sony Sulaksono, mengatakan kemacetan tersebut terjadi karena masyarakat pengguna jalan belum terbiasa dengan polanya.
“Begitu Jalan Cipaganti berubah arah, masyarakat mencari alternatif lain di sekitar Cipaganti. Akibatnya jalan pemukiman disekitaran Sukajadi dan Cipaganti menjadi padat,” jelasnya.
Sony juga mengatakan kajian pengembangan rute alternatif dapat dibuat menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah untuk arus kendaraan yang menerus dan bagian kedua adalah lalu lintas yang memang menuju dari kawaaan yang direkayasa.
Dengan padatnya pemukiman kecil yang dipakai para pengendara lain untuk jalur alternatif membuat dampak kecil yang hasilnya menjadi besar. Para pejalan kaki bisa kehilangan haknya.
Sony pun mengajak masyarakat untuk melihat rekayasa ini sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan di keempat kawasan tersebut.
“Rekayasa uni adalah hal yang baik walaupun tidak otomatis menghilangkan kemacetan di kawasab Utara Bandung ini hanyalah short term solution,” tutupnya. (Eca)
Leave a Reply