DEJABAR.ID, CIREBON – Belakangan ini, wilayah Cirebon kerap dilanda angin kencang. Bahkan BMKG mencatat, kecepatan maksimum angin dari Tenggara hingga Selatan mencapai 48 km/jam. Hal ini tentunya akan menyebabkan gelombang tinggi di laut.
Meskipun ada angin kencang, sejumlah nelayan tradisional di Kota Cirebon tetap pergi melaut. Mereka tidak memperdulikan imbauan BMKG terkait potensi gelombang tinggi di laut lepas.
Menurut pengakuan Suhadi, salah satu nelayan di wilayah pesisir Samadikun Selatan Kelurahan Kesenden Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon, angin kencang yang melanda wilayah Cirebon tidak mempengaruhi hasil tangkapannya. Bahkan, dirinya mengakui hasil tangkapan cukup melimpah.
“Biasanya dapat 20 sampai 30 kilogram udang atau ikan,” jelasnya saat ditemui dejabar.id, Rabu (24/7/2019).
Suhadi mengakui, angin kencang saat ini membuat gelombang di laut mencapai ketinggian sekitar 1 meter lebih. Namun, hal tersebut tidak mengurungkan niatnya untuk pergi ke laut.
“Kita para nelayan sih enggak takut, karena sehari-harinya begitu,” tuturnya.
Hal senada pun dituturkan oleh nelayan lainnya bernama Sopyan. Dirinya mengakui, cuaca buruk sudah dirasakan nelayan ketika berangkat melaut. Meski begitu, dia tetap memilih berangkat.
Meski membahayakan nyawa, akan tetapi hal itu merupakan pilihan baginya, lantaran terhimpit persoalan ekonomi agar bisa menyambung hidup sehari-hari.
“Kalau enggak melaut, kita enggak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply