Press ESC to close

Satgas Saber Pungli Jabar Panggil 300 Kepala Desa se Priangan Timur

  • July 25, 2019

DEJABAR.ID, KOTA TASIKMALAYA – Sebanyak 300 kepala desa dan kelurahan se priangan timur di panggil tim Satgas Saber Pungli Jawa Barat. Mereka dikumpulkan di salah satu hotel di Kota Tasikmalaya, Kamis (25/07/2019).

Para kepala desa dan lurah se priangan timur tersebut dikumpulkan guna diberi wawasan tentang pentingnya antisipasi pungutan liar yang kerap terjadi di tingkat desa dan kelurahan.

Sekretaris II Satgas Saber Pungli Jawa Barat, A Rusman, mengatakan, pemerintah sudah mulai pembangunan dari desa dengan dana desa yang jumlahnya miliaran. Ia misalkan, ada rutilahu, dan lain-lain. 

“Di sini saya menyoroti, terkadang pendamping pembangunan desa juga suka bermain. Kepala desa bisa jadi objek juga bisa jadi subjek, jadi kita kumpulkan di sini supaya bisa berhati-hati,” terangnya kepada awak media.

Untuk itu, ia melanjutkan, salah satu tujuan pencegahan pungli tersebut yakni dengan mengubah mindset. Menurutbya ada dua terobosan, yakni Siberli masuk sekolah dan desa. 

“Kita sasar hari ini kepala desa karena punya peran strategis. Kami tak bangga menangkap kepala desa. Tapi kita mau benahi pelayanan desa,” tambahnya.

Untuk diketahui, Satgas Saber Pungli dibentuk dua tahun lalu. Saber pungli dibentuk guna memetakan informasi pungli, menindak, dan menindaklanjuti penangkapan. 

“Setelah penindakan, Kita akan melimpahkan perkara ke penegak hukum. Selain itu, kita juga melakukan pencegahan,” terangnya.

Selama dua tahun tersebut, tim saber pungki telah melakukan OTT diatas 1.400 an, dikatakannya, paling besar di Dinas Perizinan Kota Bandung.

“Kita mendorong sistem pelayanan elektronik segera diwujudkan. Karena kita sedang membangun e-goverment. Jadi pelayanan publik melalui elektronik. Itu bisa mengantisipasi pungli,” tandasnya.

Terakhir ia mengungkapkan, masyarakat baik yang dimintai atau melihat praktek pungli bisa melapor di Siberli. (Ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *