Press ESC to close

Mengejar Mimpi, Dulu Anak Punk Kini Hijrah Jadi Pedagang

  • August 19, 2019

dejabar.id, Majalengka – Berawal dari kehidupan jalanan, salah seorang anak punk, warga Kabupaten Majalengka ini sekarang hijrah jadi pedagang.

Acap kali terpaksa harus berurusan dengan petugas penegak Perda atau Satpol PP, karena keberadaanya dianggap telah menggangu ketertiban umum.Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang memandang mereka sebelah mata dan menganggapnya tidak memiliki masa depan yang cerah.

Lantaran dandanan yang tidak lazim, rambut mohawk, kuping ditindik dan segala atribut aksesori yang melekat pada bajunya.

Bahkan seluruh badannya dipenuhi tato. Hal inilah yang membuat masyarakat tidak begitu menghormati keberadaan para anak punk.

Bosan dengan kerasnya kehidupan di jalan, mendadak kemudian timbul keinginan Tatang, yang merupakan anak Punk tersebut untuk mengubah nasib.

Anak yang masih berusia 16 tahun, warga Desa Cupaku, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka itu, kini berhijrah menjadi pedagang Roti Bakar keliling disekitar desanya.

“Dulu untuk makan sehari-sehari, saya terpaksa mencari uang di jalanan sebagai pengamen karena sejumlah faktor,” ungkpnya, Senin (19/8/2019).

Tatang mengaku, saat ini dirinya sudah berhenti hidup di jalanan sebagai anak punk dan ia pun memilih untuk menjadi pedagang Roti Bakar keliling.

Ketika ditanya alasannya, Tatang menjawab, dia ingin hidup bersih dan tidak kotor lagi dan ingin mengejar mimpi sebagai pengusaha sukses.

“Kalau dulu kotor, ya jarang mandi, ngamen gitu. Sekarang saya ingin mempunyai masa depan yang lebih baik, meski jadi pedagang keliling, tapi semoga uangnya berkah dan halal serta manfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Dia juga berharap, kedepannya bisa sukses sebagai berwiraswasta, sehingga kehidupannya bisa lebih baik dari sekarang.

Sementara itu, salah satu teman masa kecilnya, Atep mengaku bangga atas hijrahnya Tatang yang dulu anak punk, kini menjadi pedagang Roti Bakar.

“Alhamdulilah kamu (Tatang) mendapat hidayah dari Sang Maha Pencipta. Ini patut diapresiasi dan cerminan bagi anak-anak punk lainya,” ucapnya. (jja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *