Press ESC to close

Pemkab Subang Upayakan Pemulangan 7 Warganya di Wamena yang Terjebak Kerusuhan

  • October 3, 2019

dejabar.id, Subang – Kerusuhan diduga bernuasa SARA di Wamena Papua menyisakan pilu bagi bangsa Indonesia. Puluhan korban berjatuhan, puluhan bangunan termasuk kantor Bupati di bakar hingga membuat miris kita semua.

Banyak warga non pribumi yang terjebak kerusuhan menginginkan untuk dapat segera pulang ke kampung halaman karena mereka takut menjadi korban kerusuhan yang mulai berujung SARA tersebut

Dalam kerusuhan tersebut juga tercatat ada 7 warga Subang yang terjebak kerusuhan di Wamena dan sampai sekarang belum bisa dipulangkan masih mengungsi di koramil.

Ke 7 warga Subang tersebut menginginkan segera dipulangkan. Untuk mengupayakan kepulangan 7 orang warga Subang di Wamena Papua yang terjebak kerusuhan, saat ini Pemkab Subang sedang diupayakan oleh Pemkab Subang untuk kembali pulang ke kampung halaman.

Dikatakan Bupati Subang Ruhimat mulai malam tadi pihaknya melalui Dinas Sosial yang berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat sudah melakukan upaya menjemput.

“Kami berusaha menjemput Supaya mereka kembali ke Subang dengan selamat,” ujarnya.

Kemudian kata Ruhimat pihaknya menargetkan secepatnya mereka bisa pulang.

“Kami mengupayakan seminggu (warga Subang di Wamena) sudah bisa kembali ke Subang. Kami sedang mengupayakan,” imbuhnya.

Lalu kata Wakil Bupati Subang, Agus Masykur pihak Pemkab Subang secara resmi telah mengirimkan surat ke Sementerian Sosial (Kemensos) RI dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat terkait usaha pengembalian warga Subang.

Kendala yang dihadapi kata Agus ialah karena yang ingin keluar dari Wamena bukan saja warga Subang tetapi banyak warga dari daerah lain juga yang ingin keluar dari Wamena. ‎

“Otomatis pesawat juga terbatas. Pak Bupati sudah berkirim surat ke Kemensos dan Dinas Sosial (Provinsi) Jawa Barat. Karena ada sistem antrian dengan puluhan ribu lainnya,” jelasnya.

Kata Agus warga Subang di Wamena umumnya ikut program transmigrasi yang berprofesi sebagai petani di sana.(Ahy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *