dejabar.id, Cirebon – Event tahunan Jagakali International Art Festival kembali digelar di Kota Cirebon. Untuk tahun ini, sudah ke-8 kalinya festival bertaraf internasional ini berjalan, dan akan dilaksanakan di tanah tertinggi di Kota Cirebon, yakni Cadasngampar, Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon pada tanggal 25 hingga 27 Oktober 2019.
Jagakali International Art Festival ke-8 atau yang biasa disebut JIAF 8 tahun ini, mengangkat tema ‘Cinta Sejati’, yang maknanya bahwa sejatinya cinta itu kepada Sang Maha Pencipta, bukan hanya kepada sesama kekasih atau pasangan saja.
Menurut CEO Jagakali International Art Festival, Nico Broer, festival ini sendiri mempunyai keunikan, yakni semuanya menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, serta mengkampanyekan kepedulian lingkungan. Karena itu, meskipun namanya adalah Jagakali atau menjaga sungai, tapi yang dititikberatkannya adalah tentang lingkungan.
Selain itu, lanjutnya, festival ini adalah salah satu festival yang nomaden alias berpindah-pindah. Sehingga dari tahun ke tahun, lokasi festival tidak pernah sama.
“Festival ini tidak pernah menetap di satu tempa. Kita selalu berpindah,” jelasnya saat ditemui di sela persiapan venue JIAF 8, Selasa (22/10/2019).
Sesuai dengan namanya, festival ini mengundang peserta dari beberapa negara. Nico menjelaskan, terdapat sekitar 24 peserta asing dari 12 negara yang akan turut memeriahkan JIAF 8 ini. Mereka yang ke sini, baik itu aktivis, seniman, dan bahkan guru dari luar negeri, akan berbagi dengan masyarakat di sini.
“Banyak yang dari Inggris, Amerika, Kanada, Turki, Ceko, dan beberapa negara lainnya,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, festival ini juga mengundang beberapa seniman tanah air dan lokal yang akn ikut memeriahkan JIAF 8. Mereka menunjukkan kebolehannya dalam dunia seniman, aktivis, dan juga kepeduliannya terhadap lingkungan.
“Sekarang kita sudah 90% persiapan,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply