Dejabar.id, Bekasi – Video seorang ibu viral di media sosial. Dalam video tersebut seorang ibu muda di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tengah menggoreng kerupuk di aspal jalan dengan memanfaatkan sinar matahari.
Dalam foto dan video pendek yang beredar luas, ibu tersebut tampak memasak di depan rumahnya menggunakan wajan berisi minyak goreng. Wajan itu diletakkan di atas aspal dan dijemur diterik panas selama kurang lebih sejam hingga minyaknya pun mendidih. Ibu itu pun kemudian memasukan kerupuk dan ternyata benar hasilnya mengembang.
Aktivitas memasak kerupuk di bawah terik matahari itu direkamnya dan videonya di upload di akun facebook bernama Cimuetz Sii Duablexz.
Ungguhan tersebut banyak menuai komentar dan dibagikan banyak orang hingga menjadi viral.
Dalam video itu seorang ibu sedang mengoreng kerupuk di bawah terik matahari.
Wanita tersebut memperlihatkan sedang memasak kerupuk di saat matahari bersinar terik.
Wanita muda tersebut meletakkan wajan di tengah jalan disaat kondisi cuaca sedang sangat terik atau panas.
Dalam pekan ini, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami suhu udara yang sangat panas di siang hari. Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), suhu udara maksimum diperkirakan dapat mencapai lebih dari 39 derajat Celsius dan akan tetap berlanjut hingga akhir bulan Oktober.
Atas panasnya suhu udara ini, beberapa warganet membuktikan dengan menggoreng telur di atas wajan berisi minyak dan dipraktikkan di bawah sinar matahari. Seperti dilansir dari akun Instagram Makassar Info, @makassar_info, seorang tengah mempraktikkan menggoreng telur di atas wajan yang dilengkapi dengan minyak goreng.
Adapun proses penggorengan telur tersebut terjadi dengan waktu yang singkat. Sontak, unggahan tersebut dikomentari sebanyak 704 kali dan telah disukai sebanyak lebih dari 35.800 kali oleh pengguna Instagram lainnya. Penjelasan LIPI Mengonfirmasi hal tersebut, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono menyampaikan bahwa memasak telur di bawah sinar matahari bisa saja dilakukan.
“Bisa saja dimasak dalam kondisi paparan sinar matahari yang memungkinkan timbulnya panas untuk memasak telur,” ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2019) malam.
Tak hanya itu, perihal proses penggorengan yang singkat, Agus menjelaskan bahwa panas paparan sinar matahari tidak akan sampai pada titik didih minyak. Adapun titik didih air berada di angka 100 derajat Celsius.
Sedangkan, titik didih minyak berada di angka 170-180 derajat Celsius. “Oleh karena itu, panas oleh paparan sinar matahari tidak akan sampai suhu titik didih minyak,” ujar Agus.
“Sehingga membutuhkan waktu yang relatif panjang untuk bisa membuat telur menjadi matang,” kata dia.
Meski jarak suhu titik didih dengan suhu udara panas sangat jauh, namun peran sudut paparan sinar matahari juga berpengaruh dalam proses pemanasan fluida (minyak).
Agus mengungkapkan, tidak hanya suhu udara saja yang akan membuat media cair menjadi cepat panas, melainkan sudut paparan sinar matahari. Dengan sudut sinar matahari yang tepat akan membuat media cair akan lebih cepat memanas. Tak hanya itu, diketahui beberapa negara ada yang memanfaatkan sinar matahari untuk memanaskan fluida.
“Panas fluida kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik,” ujar Agus. Dengan demikian, kurang pas jika panas matahari bisa langsung menggoreng telur dengan minyak dingin. (red/kompas)
Leave a Reply