Press ESC to close

Usai Dirawat di RSJ Bogor, Puluhan ODGJ Dipulangkan ke Majalengka

  • January 13, 2020

Dejabar.id, Majalengka – Sebayak 32 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kabupaten Majalengka, kini telah kembali pulang ke keluarganya masing-masing.

Mereka dinyatakan pulih setelah mendapatkan perawatan secara intensif selama 21 hari di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi, Bogor.

Para ODGJ tersebut tiba di Kantor Dinas Kesehatan yang berada di Jalan Koperasi, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Senin (13/1/2020).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, H. Alimudin, bahwa sebelumnya pada tanggal 17 Desember 2019, pihaknya telah mengirimkan 32 ODGJ itu untuk dilakukan pengobatan di RS Jiwa Marzoeki Mahdi, Bogor.

“Selama 21 hari mereka di rawat disana. Alhamdulilah hari ini mereka kembali dengan banyak perubahan dan mereka sudah kelihatan normal tapi perawatan masih kita lakukan dengan pemberian obat secara rutin,” ungkapnya.

Alimudin berharap, dengan pengobatan dan perawatan secara bertahap ini, jumlah ODGJ di Majalengka akan berkurang. Hal ini juga kata dia, sekaligus untuk merealisasikan tekad Majalengka bebas pasung di tahun 2020.

Sementara itu, Promotor kesehatan jiwa Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Iyep Yudiana mengingatkan, para pasien pasca rawat ODGJ harus rutin meminum obat dan berkonsultasi dengan dokter pada puskesmas maupun rumah sakit setempat.

“Tak lupa, pihak keluarga juga harus menjalin komunikasi hangat dengan pasien pasca rawat ODGJ,” paparnya.

Selain itu, dia juga meminta pihak keluarga untuk membiarkan pasien pasca rawat ODGJ beraktivitas. Aktivitas yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan dilakukan bertahap.

“Kepulangan ke-32 pasien pasca rawat ODGJ Kabupaten Majalengka ini, sebagian besar dikatakan pulih terkontrol. Fungsi fisik seperti bisa jalan, fungsi sosial seperti bersalaman dan bertegur sapa, mereka bisa lakukan,” tuturnya.

Sedangkan, selama di RSMM sendiri, lanjut dia, pasien pascarawat ODGJ memang diberikan aktivitas harian, selain pemeriksaan kesehatan kejiwaan secara rutin juga diberikan bimbingan rohani, olahraga, kesenian dan penyaluran hobi mereka.

“Saya berharap fungsikan kembali mereka karena mereka juga punya cita-cita untuk kembali berada ditengah-tengah masyarakat bisa hidup secara normal lagi,” harapnya. (jja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *