
DEJABAR.ID, MAJALENGKA – Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengeluh tentang sulitnya mendapatkan BBM Pertalite. Dengan terpaksa mereka pun beli Pertamax yang harganya mahal.
Kenaikan harga Pertamax tersebut, juga sulitnya mendapatkan Pertalite, membuat pelaku UKM di Kabupaten Majalengka serba dilematis.
“Minyak goreng sekarang mahal. Pertalite memang gak naik, cuma sulit didapat. Di pom bensin antrian itu ternyata untuk beli Pertamax, karena pertalite kosong,” ujar pelaku usaha warga Kabupaten Majalengka, Erik, Selasa (5/4/2022).
Pelaku usaha lainnya, yang jualan seblak dan kue-kue-an, Meli (32) mengatakan hal yang sama. Menurutnya, biasanya ada banyak grab food yang datang ke kiosnya, kini mulai berkurang. Kemungkinan para driver grab food juga kena dampak situasi ini.
“Sekarang penjualan menurun. Kos anggaran operasional kini bertambah untuk beli Pertamax. Penjemput makanan atau ojeg makanan juga berkurang, sudah saya rasakan sejak satu minggu lalu,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang driver ojeg online, yang sesekali mengantarkan makanan yang dipesan oleh konsumen, Agung (26) menambahkan, bahwa kondisi sekarang ini, dirasakan sangat memberatkannya.
“Sudah dua pekan bahan BBM jenis Pertalite sulit didapatkan di wilayah Majalengka. Saya terpaksa harus membeli BBM jenis Pertamax, daripada mogok motor,” jelasnya. (ja)
Leave a Reply