DEJABAR.ID, BOGOR. Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, generasi saat ini adalah generasi tumbuh bersama kemajuan teknologi dan internet. Hal tersebut tentu saja secara tak sadar mengubah pola gaya hidup anak-anak muda menjadi ‘tech-savvy’. Berbagai jenis gawai kini telah beralih fungsi dari barang komplementer menjadi kebutuhan pokok.
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap hal tersebut, sebuah permainan bernama ‘Board Game’ hadir sebagai salah satu alternatif hiburan yang positif, menyenangkan serta edukatif. Board Game memberikan pengalaman bermain dan sosialisasi dengan cara yang berbeda dari berbagai macam game lainnya.
Menurut salah satu pendiri Komunitas Kabogoh ( Komunitas Board Game Bogor), Alvikha Adrian, Selain memaksa pemainnya untuk bersosialisasi, pemain juga ‘dipaksa’ untuk menentukan strategi yang paling efektif untuk mengungguli lawan. Berbagai macam tema yang spesifik seperti industri media, sejarah perjuangan kemerdekaan, bahkan permainan saham menjadikan Board Game sebagai media pembelajaran tak hanya edukatif tapi juga menyenangkan.
“Dengan menemui dan berinteraksi secara langsung, maka dapat mengurangi ketergantungan orang terhadap gadget,” kata Alvikha Adrian, salah satu pendiri Komunitas Kabogoh.
Alvikha menambahkan masyarakat Indonesia pada umumnya sudah tidak asing dengan permainan papan atau Board Game seperti kartu Remi, UNO, Monopoli, Ludo, Halma atau Werewolf yang sampai saat ini masih digemari publik. Popularitas dan eksistensi dunia board game di Indonesia mulai menanjak di tahun 2015.
“Hal ini dapat dilihat dari munculnya festival bertemakan gaming dan toys, peluncuran berbagai jenis Board Game karya anak bangsa, juga Komunitas atau gaming group di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Semarang,” tutur Alvikha. (AWK)
Board Game, Cara Jitu Perangi Ketergatungan pada Gadget
Previous Post
Majalengka Bertekad Tingkatkan Prestasi di Porda Jabar
Next Post
Leave a Reply