Press ESC to close

Kekeringan, Warga Bandung Beli Air Bersih Rp3000 Sampai Rp5000 Per Jeriken

  • October 15, 2018

Akhir-akhir ini Bandung tengah mengalami kekeringan sehingga banyak warga yang kesulitan mencari air bersih. Saking sulitnya mencari air, pada akhirnya warga harus merogoh kocek uang untuk membeli air dari agen. Mereka terpaksa membeli air Rp3000 sampai Rp5000 per jeriken guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Dengan fenomena ini, banyak warga Bandung yang mengeluh. Terutama di beberapa tempat yang mengalami kekeringan sejak Mei 2018 seperti Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo dan bahkan Kelurahan Cirangrang yang aliran air bersumber dari PDAM tidak keluar.
Terkait dengan kondisi kekeringan ini, Oded Danial selaku Walikota Bandung mengaku banyak juga mendapat pesan dari warga akibat kemarau panjang yang membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan. Setelah berkomunikasi dengan KH. Miftah sebagai upaya non teknis masalah ini, Oded mengajak warga dan pegawai pemkot untuk menggelar salat Istisqa.
“Kemarin saya konsultasi dengan Pak Miftah untuk gelar salat Istisqa dan malamnya langsung hujan. Semoga dengan kita gelar salatnya lagi Kota Bandung diberi hujan lagi,” ujarnya kepada Dejabar.id, Senin (15/10/2018).
Selain itu, Oded menjelaskan ada dua upaya yang harus dilakukan saat ini. Pertama, pihak PDAM harus mempersiapkan air walaupun debitnya terbatas. Kedua masyarakat harus membuat sumur resapan air yang sudah dilakukan di rumahnya sendiri sedalam 4 meter dan lebar 1,5 meter. Sehingga ketika hujan turun air akan langsung masuk ke sumur resapan dan sampai sekarang Oded mengaku tidak mengalami kekuarangan air di rumahnnya.
“Itulah prinsip bersyukur, kita mendapat anugerah air harus disimpan dengan cara membuat sumur resapan,” tuturnya.(Eca)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *